Penulis: Ibnu Mubarak
TVRINews, Kalimantan Selatan
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mendorong Kota Banjarbaru menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Upaya ini juga diharapkan mampu mendukung transformasi Banjarbaru sebagai kota yang lebih kompetitif melalui penguatan instrumen lingkungan hidup.
Menurutnya, dengan struktur kota yang relatif mudah dikelola, Banjarbaru memiliki potensi besar menjadi model pengelolaan tata kota di Kalimantan, terlebih setelah ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Saat meninjau Komplek Rina Karya, Kelurahan Guntung Paikat, Hanif menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi daerah menjadi keunggulan yang lebih kompetitif, khususnya dalam aspek pengelolaan lingkungan.
“Banjarbaru memiliki struktur kota yang mudah dikelola. Ini menjadi keunggulan yang harus dimanfaatkan dengan baik. Sudah saatnya keunggulan tersebut ditingkatkan menjadi keunggulan kompetitif dengan mengikuti standar instrumen lingkungan dari pemerintah pusat,”kata Hanif.
Ia menegaskan bahwa penguatan pengelolaan sampah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tercipta standar lingkungan yang merata di setiap wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby, menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam penanganan sampah.
“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kami akan menggerakkan masyarakat melalui camat dan lurah untuk bersama-sama fokus mengatasi persoalan ini,”ucapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk bantuan sarana dan prasarana yang dinilai sangat membantu upaya pengelolaan sampah di daerah.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk mewujudkan Banjarbaru sebagai kota yang bersih dan nyaman,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah kota mendorong seluruh camat dan lurah untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, khususnya dalam membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Langkah ini dinilai penting untuk mengubah perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Editor: Redaktur TVRINews





