BEKASI, DISWAY.ID - Seorang warga, Fajar Sidiq Budianto mencerita detik-detik terjadinya kebakaran hebat yang terjadi di pabrik tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Cimuning beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
Saat kejadian berlangsung, kata Fajar, dirinya tengah berada di kediamannya bersama ketiga adik dan ibunya.
BACA JUGA:Korban Tewas Kebakaran SPBE Bekasi Bertambah Jadi 4 Jiwa
Sedangkan kepala keluarga atau ayahnya sedang berada di luar rumah.
Tidak lama berselang, sang ayah masuk ke dalam untuk memberitahukan seluruh keluarga segera melakukan pengungsian karena terjadi kebocoran gas pada pabrik tersebut.
"Posisi semua lagi pada di dalem, kecuali bapak yang di luar. Nah, bapak tiba-tiba pulang, ngabarin kalau misalkan di pabrik itu ada kebocoran," ungkap Fajar di Bekasi pada Jumat, 10 April 2026.
BACA JUGA:Pertamina Janji Ganti Kerugian Warga yang Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning
Fajar sempat merasa kesal dengan warga setempat yang saat itu sempat terjadinya ledakan malah merekam kejadian tersebut.
Bukan mengambil tindakan untuk melakukan pertolongan atau evakuasi terhadap sejumlah keluarga.
"Posisi udah meledak. Kurang lebih semuanya itu langsung membakar. Malah orang-orang pada nge-video segala macam doang. Nggak ada tindakan gitu," ucap dia.
BACA JUGA:Terkuak Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Standar Perizinan Ditelusuri
Dalam insiden tersebut membuat kedua adiknya meninggal dunia karena tidak terselamatkan usai mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit.
Kendati demikian, Fajar mengaku tenang meski harus mengikhlaskan kepergian dari kedua adiknya buntut kebakaran hebat pabrik SPBE.
"Alhamdulillah udah tenang sekarang," pungkas Fajar.





