Grid.ID - Polemik sidang kasus narkoba Ammar Zoni kembali memanas setelah nama mantan istrinya, Irish Bella, ikut terseret dalam pleidoi atau nota pembelaan.
Tak hanya menuai perhatian publik, pernyataan Ammar juga memicu reaksi dari keluarga Irish Bella, termasuk sang ibu, Susanti Arifin.
Dalam komentarnya, Susanti menyindir sikap pria yang dianggap tidak bertanggung jawab karena membawa nama orang lain atas kesalahan yang diperbuat sendiri.
“Seorang yang tidak gentleman memang selalu mencari kambing hitam atas kesalahan yang dibuatnya sendiri,” tulisnya dikutip Grid.ID, Jumat (10/4/2026).
Sindiran tersebut diduga kuat ditujukan kepada Ammar Zoni yang dalam pleidoinya sempat menyinggung masa lalu bersama Irish Bella.
Dalam sidang sebelumnya, Ammar mengaku kembali terjerumus narkoba karena merasa kecewa saat Irish Bella mengajukan cerai dan kemudian menikah lagi. Pernyataan itu pun dianggap tidak tepat oleh pihak keluarga mantan istrinya.
Tak hanya sang ibu, suami Irish Bella saat ini, Haldy Sabri, juga turut angkat bicara. Ia menyayangkan langkah Ammar yang membawa isu pribadi ke dalam pembelaan hukum.
“Harusnya fokus dulu saja dengan pembelaan,” ujar Haldy Sabri dikutip Tribunnews, Sabtu (5/4/2026).
Ia juga menilai penyampaian pleidoi tersebut terkesan berlebihan karena menyeret nama istrinya yang tidak berkaitan langsung dengan perkara hukum yang sedang dihadapi.
“Jangan bikin pembelaan lebay dengan membawa-bawa istri orang,” sindirnya.
Menurut Haldy, isi pleidoi Ammar lebih terlihat seperti curahan hati dibandingkan pembelaan hukum yang seharusnya fokus pada kasus yang sedang dijalani.
Di sisi lain, Ammar Zoni akhirnya memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas polemik yang terjadi. Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya dalam pleidoi merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.
“Saya tidak ada menyinggung siapa-siapa. Kalau ada yang tersinggung, saya minta maaf,” ujarnya.
Ammar juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat buruk terhadap Irish Bella. Ia bahkan mengaku mendukung kehidupan baru sang mantan istri bersama suaminya sekarang.
Meski demikian, polemik ini menunjukkan bahwa penyebutan nama dalam perkara hukum yang sensitif bisa memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama keluarga yang merasa tidak terlibat langsung dalam kasus tersebut. (*)
Artikel Asli




