BEKASI, DISWAY.ID - Seorang warga, Fajar Sidiq Budianto mengaku bahwa pihak pengelola dari tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) belum melakukan komunikasi terhadap sejumlah korban kebaran pabrik beberapa waktu lalu.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan MustikaJaya, Kota Bekasi pada Rabu, 1 April 2026 sekira pukul 20.30 WIB.
Sebab, Fajar harus mengikhlaskan kedua adiknya yang tewas dalam kejadian tersebut. Tidak hanya itu, kediamannya pun ikut ludes terbakar oleh kobaran api.
BACA JUGA:Kisah Pilu Fajar Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning: Ayah Luka Parah, Dua Adiknya Tewas
"Ya itu belum ada komunikasi dari pihak pengelola pabrik," ungkap Fajar di Bekasi pada Jumat, 10 April 2026.
Selain itu, sekitar 14 bangunan di sekitaran wilayah terkena imbas dari kebakaran yang disertai ledakan ini.
Sejumlah bangunan mulai dari ruko, tempat begadang warga hingga kediaman mereka sampai hangus terbakar oleh si jago merah.
Lebih lanjut, Fajar mengaku bersyukur bahwa sang ibunda tidak terkena keadaan serupa yang dialami dirinya.
"Ibu engga. Karena ka ibu posisinya lagi kemo," kata dia.
BACA JUGA:Korban Tewas Kebakaran SPBE Bekasi Bertambah Jadi 4 Jiwa
Sedangkan kondisi dari sang ayah dan adiknya tengah mengalami perawatan intensif di rumah sakit.
Fajar mengatakan bahwa luka bakar yang diterima ayahnya merupakan luka paling parah diterima dibandingkan adik-adiknya dan si Fajar.
Pasalnya, ayahnya rela memberitahukan kepada Fajar dan keluarganya yang berada di rumah untuk segera mengungsi karena adanya kebocoran dari pabrik tersebut.
"Bapak paling pertama, paling parah kali ya. Karena kan emang keluar paling pertama, paling depan," katanya.
BACA JUGA:Terkuak Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Standar Perizinan Ditelusuri
- 1
- 2
- »





