TANGERANG, KOMPAS - Pasokan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang, Banten, untuk warga di Kecamatan Cisauk belum normal. Air tidak mengalir hingga lebih dari sepekan. Warga terpaksa menampung air hujan hingga membeli air.
Sebelumnya, Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR) mengumumkan kebocoran pipa jaringan distribusi utama berdiameter 250 milimeter di lingkar selatan daerah Cisauk, pada Kamis (2/4/2026) pukul 16.00 WIB. Semua area pelayanan Cisauk terdampak, termasuk perumahan setempat.
Dwi Ayu (34), warga salah satu perumahan di Desa Suradita, Kecamatan Cisauk menuturkan, air tidak mengalir sejak Jumat (3/4/2026) siang. Awalnya, ia mengira gangguan pasokan hanya berlangsung sementara dan kembali mengalir pada malam hari, seperti biasanya.
Namun, perkiraannya meleset jauh. "Ternyata, sampai satu minggu, air belum mengalir juga," ucap Dwi, Jumat (10/4/2026) siang.
Selama sepekan tidak mendapatkan air bersih, ibu dua anak ini mengandalkan kiriman air dari truk tangki Perumdam TKR. Akan tetapi, tidak setiap hari ia menerima air kiriman karena harus berbagi dengan puluhan rumah.
Saat menghubungi nomor Whatsapp Perumdam TKR pada akhir pekan, ia tidak mendapat respons yang diharapkan. Sebab, pusat kontak (contact center) hanya berfungsi pada jam operasional, yakni Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB. Padahal, ia membutuhkan air bersih saat itu juga.
Ketika truk tangki air dari Perumdam TKR datang, air yang didapatkan warga pun tidak bisa memenuhi semua bak penampungan. Air sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci piring dan pakaian, hingga buang air.
Dwi sempat tidak mandi dan mencuci piring. Mau tidak mau kebutuhan dipenuhi dengan air galon. "Bahkan, saya sempat menampung air hujan untuk mencuci piring atau menyiram toilet. Kebetulan ada hujan," ujarnya.
Selain menunggu kiriman air dari Perumdam TKR, ia mengandalkan pasokan air dari sumur milik pengelola perumahan. Namun, pasokannya kadang tidak cukup.
Kesulitan air bersih juga dirasakan Grace Wisung, warga lainnya. Ia bersama sejumlah tetangga terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian.
"Satu tangki truk air itu belinya Rp 750.000. Jadi, saya dengan tetangga urunan, minimal Rp 100.000. Bahkan, ada yang bayar sampai Rp 300.000," ungkap Grace.
Ia mengatakan, biaya Rp 100.000 untuk membeli air itu hanya cukup digunakan satu hari. Mereka membelinya dari pihak swasta.
“Jadi, saya beli air Rp 100.000 untuk satu hari. Padahal, bayaran untuk perumdam selama sebulan itu besarnya tidak jauh beda,” kata Grace yang baru pertama kali membeli air bersih.
Menurut Grace, air Perumdam TKR mulai mengalir di perumahannya sejak Rabu (8/4/2026). Namun, pasokannya masih terbatas di beberapa blok.
Grace dan tetangganya belum mendapatkan air. Ia berharap, air bersih segera mengalir normal ke perumahannya untuk memenuhi kebutuhan harian warga.
Perumdam TKR sudah menangani kebocoran pipa jaringan distribusi utama berdiameter 250 milimeter. Tim teknis juga memperbaiki kebocoran pada area sekitar Intake Cisauk.
Fahrul, dari bagian pelayanan wilayah Serpong Perumdam TKR, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pasokan air yang disebabkan oleh longsor. Saat ini, ia mengklaim pasokan air telah lancar di wilayah Cisauk.
“Termasuk di perumahan yang berada paling ujung dari pipa distribusi wilayah Serpong. Tapi, baru di beberapa blok. Tim akan mengecek di mana kendalanya,” kata Fahrul. Pihaknya juga akan mengirimkan truk tangki air bagi pelanggan yang membutuhkan.




