Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bertumbuhnya penjualan otomotif menjadi sentimen positif bagi asuransi kendaraan bermotor.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono menuturkan berdasarkan data posisi Februari 2026, kinerja lini usaha asuransi kendaraan bermotor menunjukkan tren positif.
“Pendapatan premi tercatat sebesar Rp4,10 triliun, tumbuh 9,97% (year on year/YoY), sementara nilai klaim meningkat menjadi Rp1,40 triliun atau naik 9,89% YoY, sejalan dengan meningkatnya aktivitas kendaraan dan eksposur risiko,” ungkapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Maret 2026, dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Sebab itu, Ogi berpandangan bahwa lini usaha kendaraan bermotor masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik, seiring perbaikan sektor otomotif.
Untuk ke depannya, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk memperkuat strategi distribusi, termasuk optimalisasi kanal digital dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan.
“Serta melakukan inovasi produk yang sesuai kebutuhan nasabah, diiringi penguatan underwriting dan pengelolaan klaim yang efisien,” tegasnya.
Baca Juga
- Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Klaim Asuransi, OJK Soroti Biaya Impor
- OJK Siapkan Penyesuaian Premi Asuransi Imbas El Nino Ekstrem
- Bos BTN (BBTN) Ungkap Alasan Batal Akuisisi Perusahaan Asuransi
Lebih lanjut, Ogi menekankan selama meningkatnya penjualan kendaraan, khususnya yang melalui skema pembiayaan, maka umumnya akan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi.
“OJK memandang kinerja lini ini masih memiliki ruang untuk tumbuh, dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan,” tutupnya.
Sebagai informasi, secara keseluruhan premi asuransi umum dan reasuransi pada Februari tercatat tumbuh 7,41% YoY menjadi Rp29,98 triliun. Adapun, RBC asuransi umum dan reasuransi mencapai 327,98%.





