Padang Gaspol PSEL, Sampah 700 Ton/Hari Siap Diolah Jadi Listrik

realita.co
9 jam lalu
Cover Berita

PADANG (Realita)- Pemerintah Kota (Pemko) Padang resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) terkait penyiapan dan dukungan penyelenggaraan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), Kamis (9/4/2026), di Istana Gubernuran Sumbar.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy, serta disaksikan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz Hendropriyono.

Baca juga: Padang Bidik Panggung Global, Progul “Padang Juara” Dijajaki ke Malaysia

Kerja sama ini juga melibatkan tiga daerah lain di Sumbar, yakni Kota Bukittinggi, Kota Solok, dan Kota Padang Panjang, sebagai bagian dari upaya kolaboratif pengelolaan sampah berbasis energi di tingkat regional.

Dalam keterangannya, Fadly Amran menegaskan bahwa langkah ini menjadi strategi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan di Kota Padang.

“PSEL adalah solusi jangka panjang. Dengan volume sampah mencapai sekitar 700 ton per hari, kita butuh sistem yang tidak hanya mengurangi, tapi juga memberi nilai tambah berupa energi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemko Padang berkomitmen penuh untuk mendukung percepatan pembangunan fasilitas PSEL sebagai jawaban atas persoalan klasik sampah perkotaan yang kian kompleks.

Baca juga: Persidangan Panas di PN Padang: Saksi Bantah BAP, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan

Sementara itu, Diaz Hendropriyono menyebut pembangunan PSEL sejalan dengan target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2029, khususnya dalam peningkatan capaian pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Pasca penandatanganan PKS ini, tahapan berikutnya adalah proses lelang hingga ground breaking pembangunan fasilitas. Kami berharap seluruh pihak dapat mengawal progres ini dengan serius,” ungkapnya.

Di sisi lain, Vasco Ruseimy menilai kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam transformasi pengelolaan sampah di Sumatera Barat. Ia menekankan bahwa sinergi lintas daerah menjadi kunci dalam menjawab tantangan lingkungan ke depan.

Baca juga: Kemenhan Pasang Dua Unit Starlink di Padang, Perkuat Komunikasi Posko Bencana

“Ini bukan sekadar proyek, tapi tanggung jawab kita bersama untuk masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya.

Dengan adanya PSEL, diharapkan persoalan sampah tidak lagi menjadi beban semata, melainkan sumber energi alternatif yang bernilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan bagi masyarakat. (Amryan Arif R.A)

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Avtur Naik, APBN Tanggung Selisih Biaya Haji Senilai Rp 1,77 Triliun
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Oracle Tunjuk CFO Baru dengan Gaji Fantastis Usai PHK Massal Karyawan
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Wamenhaj Ungkap Penyebab Visa Haji Furoda Tak Lagi Diterbitkan, Ini Alasannya
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Perkuat Energi Hijau, Surveyor Indonesia Gandeng ICDX Kembangkan REC Nasional
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Polisi Dinilai Lamban Ungkap Kasus Pembunuhan Pensiunan Guru di Sumbar
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.