Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan sejumlah pemerintah daerah sudah menggunakan mobil dinas berbasis listrik. Ini dalam rangka mendukung program penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Iya, kalau kami keliling ya, ini sudah mulai banyak pemerintah kota yang menggunakan mobil dinas dari kendaraan listrik begitu ya," kata Bima saat melakukan monitoring Kebijakan WFH di Balai Kota Bekasi, Jumat (10/4).
Meski demikian, Bima menekankan bahwa fokus utama pemerintah tidak hanya pada kendaraan dinas, melainkan juga pada penguatan transportasi umum (transum) berbasis listrik.
“Tapi yang lebih penting lagi menurut saya bukan hanya kendaraan dinas, tapi transportasi publiknya,” ujar Bima.
Dia mencontohkan, sejumlah pemda yang memiliki layanan transportasi umum, saat ini belum berbasis listrik.
“Ya seperti di Bekasi, di Bogor kan sudah ada program Trans ya, di sini kan Trans Patriot, di Bogor Trans Pakuan gitu. Nah ini kan program By The Service. Ini belum listrik, kenapa? Listrik masih mahal,” jelasnya.
Menurut Bima, pengembangan kendaraan listrik akan memberikan dampak lebih signifikan jika diarahkan pada sektor transportasi publik.
“Nah karena gitu, karena itu sebetulnya kalau skema kendaraan listrik ini juga fokus ke transportasi publik akan jauh lebih signifikan dampaknya. Dan itulah yang kemarin sebetulnya mulai diinisiasi oleh Presiden,” ujarnya.





