Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa virus campak yang beredar saat ini bukan merupakan varian baru.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan hingga kini hasil surveilans epidemiologi menunjukkan tidak ada perubahan signifikan pada virus campak.
“Surveilans epidemiologi terus dilakukan, baik di Indonesia maupun global. Sampai saat ini hanya ada dua strain, dan campak yang sekarang sama saja dengan yang dulu,” jelas Andi dalam konferensi pers secara daring, Jumat (10/4).
Di sisi lain, Kemenkes melaporkan tren penurunan signifikan kasus campak di Indonesia sepanjang awal 2026. Penurunan disebut terjadi secara konsisten dari minggu ke minggu.
Pada minggu pertama 2026, tercatat sebanyak 2.220 kasus campak. Angka tersebut kemudian turun drastis menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.
“Jadi, kita bisa lihat bahwa sudah terjadi penurunan kasus campak dari minggu ke minggu,” kata Andi.
Meski tren menunjukkan perbaikan, Kemenkes mengingatkan sejumlah wilayah masih perlu diwaspadai.
Beberapa provinsi seperti Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat mencatat kasus tinggi di awal tahun.
“Di awal tahun tinggi kasusnya tetapi sudah terjadi penurunan, namun masih ada kasus di situ. Cukup sudah turun tetapi masih kita harus waspada,” ujarnya.
Khusus di NTB, wilayah aglomerasi seperti Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu menjadi perhatian karena masih dalam pengawasan.
“Aglomerasi yang kita harus waspadai, kita awasi dan antisipasi waspada, yakni ada di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu,” kata Andi.
Untuk menekan penyebaran lebih lanjut, pemerintah terus mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI).
Program ini difokuskan di sejumlah wilayah dengan kasus tinggi, seperti Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Serang.
Andi menyebut capaian ORI menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
“Pada minggu terakhir kita lihat ORI-nya itu semakin meningkat,” katanya.





