Bahlil Angkat Bicara soal Rencana Inpex Pasok LPG ke Indonesia

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait adanya komitmen pasokan LPG dari perusahaan Jepang, Inpex ke Indonesia. 

Hal itu sebelumnya diungkap oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto. Dia menuturkan, pasokan tersebut akan berasal dari Inpex melalui unit usahanya di Australia.

Terkait dengan hal tersebut, Bahlil belum dapat menyebutkan besaran volume LPG yang akan dikirim Inpex ke Indonesia dari Australia. Menurutnya, hal tersebut masih bersifat rahasia.

“[Terkait rencana pasokan LPG dari Inpex] saya tidak mungkin semuanya menyampaikan kepada publik. Ada yang perlu dibuka, ada yang tidak perlu," kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (10/4/2026).

Sebelumnya, pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis dalam mengamankan pasokan LPG di tengah gangguan pasokan dari Timur Tengah. Pemerintah getol mencari sumber-sumber impor LPG alternatif di luar Timur Tengah, seperti Asia dan Asean.  

Selain itu, Kementerian ESDM juga meminta kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penawaran penjualan produknya kepada PT Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga

  • Bahlil Klaim RI Lewati Masa Krisis Energi: Stok BBM & LPG Aman
  • Mewaspadai Bom Waktu Ketergantungan Impor LPG
  • Inpex Lapor Purbaya Hadapi 5 Tantangan di Proyek LNG Abadi Masela

Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menekankan pemenuhan kebutuhan LPG 3 kg masyarakat saat ini menjadi prioritas pemerintah di tengah gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. 

"Kami instruksikan kilang LPG swasta agar prioritaskan penawaran ke Pertamina Patra Niaga. Tadinya produksinya dijual ke industri, tapi kami memberi usulan ke LPG swasta prioritas diberikan penawaran pertama ke Pertamina Patra Niaga," ujar Rizwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI pada Rabu (8/4/2026) lalu. 

Sementara itu, terkait dengan stok energi nasional, Bahlil menuturkan bahwa ketahanan pasokan energi domestik saat ini mampu meredam tekanan dari gejolak global yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran terhadap distribusi dan ketersediaan energi.

Dia menuturkan, fase kritis akibat dinamika global terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) telah berhasil dilewati. Bahlil menuturkan, kondisi saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

“Masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat. Stok nasional tetap berada pada batasan minimal di atas 20 hari semua. Termasuk LPG kita di atas 10 hari,” kata Bahlil.

Meski demikian, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak guna menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri. “Kita harus bijak, arif dalam memakai BBM, termasuk LPG,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Glow & Stay Retreat: Nikmati Pengalaman Menginap dan Perawatan Eksklusif di Hotel Santika Premiere Bintaro
• 23 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bahlil Ungkap Proses Uji Coba B50 di Alat Berat-Kendaraan Bermotor Capai 70%
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Tekad PSM Keluar dari Situasi Sulit di Bantul
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Ditangkap
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
3 Zodiak yang Dikenal Punya Intuisi Paling Tajam, Sulit Dibohongi!
• 22 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.