Resor Milik China di Berau Disetop Pemerintah, Ini Gara-garanya

republika.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MARATUA -- Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara pembangunan resor PT Storm Diving Resort (SDR) milik warga negara asing (WNA) asal China di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Direktur Jenderal PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono mengatakan, hal itu karena PT SDR melanggar aturan mendirikan usaha di atas perairan atau memanfaatkan area pantai tanpa memiliki dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Baca Juga
  • Presiden Alokasikan Uang Rampasan Korupsi dan Penindakan PKH untuk Perbaiki Sekolah
  • Pemerintah Dorong Ketahanan Keluarga di Era Digital
  • Dukung Talenta Lokal Go Global, TikTok LIVE dan Cece Caramel Luncurkan 'Caramelting'

"Dokumen PKKPRL itu wajib bagi setiap usaha yang memanfaatkan ruang laut," katanya di Pulau Maratua, Jumat.

Dia mengatakan Pulau Maratua merupakan pulau kecil dengan luas sekitar 43,043 kilometer persegi. "Resor itu merupakan investasi penanaman modal asing (PMA) dari China, namun tidak dilengkapi dengan dokumen PKKPRL, katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia mengatakan hingga saat ini, terdapat 16 resor di Maratua dan semuanya telah memenuhi persyaratan perizinan, kecuali milik PT SDR.

Dirjen menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh resor ini merupakan tindakan ilegal yang akan dikenakan sanksi tegas.

"Kami menegakkan hukum di pulau kecil dan terluar seperti Maratua ini sebagai wujud kehadiran negara. Kami tidak akan mentolerir pelanggaran semacam ini. Bendera merah putih kita kibarkan untuk menegaskan bahwa pulau-pulau ini adalah bagian sah dari wilayah Republik Indonesia," tegasnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Maarten Paes Rusak DNA Ajax, Patrick Kluivert Dikawal Ketat di Indonesia
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin di Yokohama, Tekankan Pentingnya Akhlak dan Persatuan Umat
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Liliek Prisbawono Sah jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Fakta Menarik Boneka RISE yang Dibawa Artemis II ke Bulan, Berisi Chip Jutaan Nama Orang di Bumi
• 19 jam laludisway.id
thumb
Choi Hyun Wook dan Jung Chae Yeon Diincar Bintangi Drakor Rom-Com Baru
• 40 menit lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.