Seskab Teddy Soroti Fenomena Inflasi Pengamat: Datanya Tak Sesuai Fakta, Keliru

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai “inflasi pengamat” di tengah maraknya opini publik dari berbagai kalangan.

Ia menilai, jumlah pengamat saat ini meningkat pesat, tapi tidak semuanya memiliki latar belakang maupun data yang relevan. Menurut Teddy, banyak pengamat menyampaikan analisis yang tidak berbasis fakta.

Ia mencontohkan munculnya pengamat di berbagai bidang, mulai dari pangan hingga militer, yang dinilai tidak sesuai dengan keahliannya.

“Kemudian yang ketiga, saya mau jawab juga. Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri. Dan pengamat-pengamat itu, datanya tidak sesuai fakta. Datanya keliru,” ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (10/4).

Pengamat Dinilai Pengaruhi Opini Publik

Seskab menuturkan, sebagian pengamat telah lama berupaya membentuk opini publik, bahkan sebelum Prabowo Subianto menjabat Presiden.

“Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga,” kata Teddy.

Meski demikian, Teddy mengeklaim tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Prabowo tinggi. Ini menjadi bukti masyarakat tidak sepenuhnya terpengaruh opini para pengamat tersebut.

“Tapi faktanya apa? Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi,” katanya.

Kritik Boleh, Tapi Bertanggung Jawab

Teddy menegaskan perbedaan pendapat tetap diperbolehkan dalam demokrasi.

Ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan kecemasan di masyarakat.

“Jadi, saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik. Tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan. Membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali. Dan mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diam-Diam Lebih Agresif dari Israel? UEA Diduga Bombardir Kilang Iran, Dunia Terkejut!
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Pemko Padang dan UIN Imam Bonjol Perkuat Sinergi Pengabdian Masyarakat
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Dua Kali Jadi Tersangka, Kejagung Keukeuh Datangkan Riza Chalid ke Tanah Air
• 20 jam laludisway.id
thumb
Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia Vs Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026
• 13 jam lalubola.com
thumb
Rayakan Ultah ke-80, Pemilik Kedai Kopi Ini Bikin Kue Wortel Raksasa 2,7 Ton
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.