Pemilik kedai kopi asal Kanada, Ted Martindale, merayakan ulang tahunnya dengan cara yang tak biasa. Di usianya yang ke-80, ia justru membuat sebuah kue wortel raksasa yang disebut-sebut menjadi yang terbesar di dunia.
Kue tersebut memiliki berat hampir 6.000 pon atau sekitar 2,7 ton. Kue yang dibuat di komunitas kecil Quesnel, British Columbia, ini kini tengah dalam proses peninjauan oleh Guinness World Records. Meski begitu, Martindale sendiri sudah sangat yakin bahwa rekor tersebut telah berhasil ia pecahkan.
“Saya tahu kami memecahkan rekor, dan saya cukup yakin bisa meyakinkan Guinness World Records soal itu,” ujarnya, seperti dikutip dari Fox News Digital, Jumat (10/4).
Ide membuat kue raksasa ini diakuinya memang terdengar cukup nekat. Ia awalnya melihat rekor kue wortel yang tercatat di Guinness, lalu berpikir bahwa ia bisa membuat yang lebih besar. Dengan perhitungan yang matang, ia pun yakin dapat melampaui rekor tersebut.
“Yang perlu dilakukan hanya menghitung dengan tepat, dan saya bisa dengan mudah mengalahkan rekor tersebut… jadi, kami pun mencobanya,” tambah dia.
Untuk merayakan hari jadinya pada 25 Maret lalu, Martindale memperkenalkan kue wortel raksasa tersebut kepada warga. Ia mengundang masyarakat untuk berkumpul di pusat kegiatan lansia setempat. Namun di luar dugaan, perayaan sederhana ini justru berubah menjadi acara besar yang melibatkan hampir seluruh kota.
Proses pembuatannya pun tidak main-main. Martindale mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk menyiapkan 432 loyang kue. Semua kue tersebut disimpan di dalam freezer besar milik sebuah toko bahan makanan sebelum akhirnya dirangkai.
Saat proses penyusunan, kue tersebut ditata layaknya menyusun batu bata. Tantangan lainnya adalah pembuatan icing yang harus dilakukan dalam satu hari, karena tidak bisa dibekukan terlebih dahulu.
Secara keseluruhan, proses perakitan kue raksasa ini memakan waktu sekitar 14 jam dengan melibatkan 12 orang. Hasil akhirnya pun membuat Martindale takjub.
“Ketika semuanya selesai, hasilnya luar biasa. Saya tidak pernah menyangka tampilannya akan seperti itu. Sangat indah,” ungkapnya.
Selama 34 tahun menjalankan kedai Granville’s Coffee, Martindale memang dikenal memiliki ide-ide besar. Ia bahkan dengan santai menyebut dirinya sebagai 'pria tua yang agak gila'.
Namun di balik proyek besarnya tersebut, ada hal yang menurutnya jauh lebih berarti. Ia melihat kedai kopinya sebagai pusat kehidupan komunitas, tempat di mana orang-orang berkumpul dan saling terhubung.
“Semua orang datang ke sini, dan ini menjadi tempat berkumpul,” katanya.





