PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) mencatatkan realisasi penyaluran gas alam cair (LNG) untuk pasar domestik, sebanyak delapan kargo sepanjang tahun lalu.
Langkah ini menegaskan peran strategis perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional, dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT PLN (Persero) sebagai penyerap utama.
Corporate Communication Manager DSLNG Adhika Paramanandana merinci, alokasi delapan kargo nasional tersebut merupakan bagian dari total produksi kilang yang mencapai kisaran 40 kargo per tahun.
Penyaluran ini dilakukan di tengah komitmen ekspor jangka panjang yang masih berjalan.
“Tahun kemarin ya, angka ini mungkin bisa salah, tapi sekitar 40-an kargo."
"Untuk nasional kami alokasikan 8 kargo (kepada) PGN dan PLN,” ujar Adhika dalam acara Halalbihalal Media di Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Adhika menjelaskan, penyerapan LNG domestik oleh PGN dan PLN tersebut dilakukan melalui mekanisme kargo spot berdasarkan permintaan pemerintah.
Skema ini memberikan fleksibilitas bagi DSLNG untuk mengalihkan kelebihan produksi kilang, guna memenuhi kebutuhan energi dalam negeri secara cepat.
“Masih berdasarkan request ya."
"Jadi pun request-nya juga tidak langsung delapan ya tahun ini, enggak seperti itu sih."
"By request, by request spot, kargonya berapa yang ada, ya itu yang kita alokasikan untuk nasional, untuk domestik,” jelasnya.
Keberhasilan penyaluran kargo domestik ini sangat bergantung pada reliabilitas operasional kilang DSLNG, yang hanya memiliki satu jalur produksi (single train).
Dengan target produksi tahunan di level 2,1 juta hingga 2,125 juta ton, manajemen menerapkan standar efisiensi tinggi guna mencegah terhentinya aliran produksi.
“Target produksi kami tetap satu tahun ini, 2,1."
"2,1 maksimal di 2,125 juta ton, targetnya sih begitu."
"Jadi ini cuma ada satu proses produksi."
"Lalu kalau satu proses produksi tantangannya apa?"
"Artinya kami harus bekerja efisien, reliable, dan tidak boleh ada sedikitpun kesalahan. Karena satu miss, kita setop, produksi terhenti,” beber Adhika.
Sinyal Prioritas Domestik Pasca-2027
Realisasi serapan domestik melalui PGN dan PLN ini diprediksi akan menjadi fondasi bagi kebijakan pasar DSLNG di masa depan.
Mengingat kontrak ekspor jangka panjang dengan pembeli Jepang dan Korea akan berakhir pada 2027, manajemen memberikan sinyal kuat untuk memprioritaskan pasar nasional secara penuh.
“Setelah 2027, ini menjadi komitmen Donggi-Senoro LNG untuk tetap mendengarkan apa yang dibutuhkan oleh Pemerintah Indonesia."
"Semangat kami pastinya akan menjadi kontributor untuk LNG nasional,” imbuh Adhika.
Baca Juga: Kontrak Ekspor Habis 2027, Donggi-Senoro Prioritaskan Suplai LNG untuk Kebutuhan Domestik?
Keyakinan DSLNG dalam menjamin pasokan domestik jangka panjang juga didukung oleh jaminan gas hulu dari Blok Matindok dan Senoro Toili.
Berdasarkan data SKK Migas, pasokan gas dari sektor hulu tersebut telah terjamin hingga tahun 2042, yang memberikan kepastian bagi keberlanjutan operasional kilang dalam melayani kebutuhan energi nasional. (*)





