Kementerian PU Tak Ikut Kebijakan WFH, Ini Alasan Dody Hanggodo

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan tidak menerapkan kebijakan work from home (WFH), meskipun pemerintah tengah mendorong efisiensi energi di tengah potensi krisis. Menteri PU, Dody Hanggodo, menyebut keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan kesiapsiagaan menghadapi bencana serta pekerjaan infrastruktur yang tidak bisa dilakukan secara jarak jauh.

Dody menegaskan bahwa peran Kementerian PU berkaitan langsung dengan kondisi lapangan, termasuk keterlibatan dalam penanganan situasi darurat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena itu, kehadiran fisik menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Baca Juga :
Fakta-fakta Penggeledahan Kementerian PU, Menyasar Banyak Ruangan Termasuk Ruang Menteri
Hari Pertama WFH, Sekda Tangerang Sidak Langsung: Pelayanan Tak Boleh Terganggu!

“Skema WFH di PU sebenarnya nggak terlalu ada WFH, karena kan PU itu di samping pembangunan infrastruktur, kami kan juga termasuk dari bagian tim utama (jika ada bencana), bersam dengan BNPB, karena itu kemudian kami putuskan kami tidak WFH,” ujar Dody kepada awak media, di Gedung Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat, 10 April 2026.

Ia menekankan bahwa kondisi di lapangan, khususnya di daerah rawan bencana, membuat skema WFH sulit diterapkan. Bahkan, laporan kejadian seperti longsor, banjir, masih terus diterima, sehingga membutuhkan respons cepat dari jajaran kementerian.

“Apalagi di daerah (tentu tidak WFH). Apalagi di tempat-tempat seperti Sumatra, Sumut, Sumbar, malah nggak bisa. Karena saya masih dapat laporan, kasus-kasus itu masih hadir,” katanya.

Dody juga menyinggung adanya kejadian bencana yang menimbulkan korban jiwa, yang semakin mempertegas pentingnya kehadiran langsung petugas di lapangan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Kementerian PU tidak mengikuti skema kerja fleksibel seperti WFH.

Di sisi lain, pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto memang mendorong langkah efisiensi energi sebagai respons terhadap potensi krisis. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengurangan aktivitas perkantoran melalui WFH.

Namun, Kementerian PU memilih pendekatan berbeda dengan tetap menjaga operasional penuh, sembari melakukan penghematan energi di lingkungan kerja. Dody menyebut efisiensi dilakukan melalui pengurangan penggunaan listrik dan pendingin ruangan setelah jam kerja.

“Tapi memang sesuai arahan dari Pak Presiden Prabowo, kita berusaha kerja secara efisien. Jadi setelah jam 5 (sore), listrik kita kurangi sama sekali, AC kita kurangi,” jelasnya.

Baca Juga :
Kementerian PU Digeledah, Dody Hanggodo Curhat Kena GERD: Stres Saya
Dody Hanggodo Laporkan Penggeledahan Kementerian PU ke Presiden Prabowo: Saya Izin…
Geger Penggeledahan di Kementerian PU, Dody Hanggodo Akui Sejumlah Dokumen dan PC Disita

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penerimaan Negara dari Pajak Kripto Terus Meningkat
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Membantah Tuduhan Friceilda Prillea, Anrez Adelio Klaim Suka Sama Suka
• 17 jam lalucumicumi.com
thumb
Akademisi: Strategi Korlantas Sukses Tekan Risiko Kecelakaan Saat Mudik
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Sumber Internal Bongkar: Deal Gencatan Senjata AS–Iran Disusun Saat Perang di Ambang Pecah
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
Pasca Blackout, Lift Bermasalah di MRT Lebak Bulus Belum Beroperasi
• 13 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.