Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menyampaikan bahwa layanan telekomunikasi selama periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026 berjalan stabil tanpa gangguan besar.
Hal tersebut disampaikan saat penutupan Posko RAFI 2026 di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (09/04/2026). Menurutnya, stabilitas jaringan menjadi hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan selama masa pemantauan 24 jam.
“Selama masa layanan Posko RAFI 2026, tidak terjadi gangguan besar. Ini merupakan hasil kerja bersama yang dijaga selama 24 jam penuh,” ujar Wayan Toni Supriyanto dalam keterangan yang dikutip, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan, meski terjadi lonjakan trafik selama periode Lebaran, kualitas layanan tetap berada dalam kondisi stabil. Kecepatan unduh tertinggi tercatat mencapai 112,16 Mbps pada 20 Maret, sementara kecepatan unggah tertinggi mencapai 54,26 Mbps pada 30 Maret.
Selama RAFI 2026, evaluasi dilakukan berdasarkan lima indikator kualitas layanan yang disepakati bersama operator seluler. Hasilnya, Telkomsel mencatat capaian tertinggi pada tiga indikator, sementara Indosat Ooredoo Hutchison unggul pada dua indikator lainnya.
Secara keseluruhan, seluruh operator seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart berada pada kategori very good hingga excellent.
Kementerian Komdigi juga mencatat 33 gangguan layanan di sejumlah titik posko pemantauan. Seluruh gangguan tersebut berhasil ditangani dengan cepat tanpa berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Selain itu, hasil pemantauan spektrum frekuensi radio menunjukkan pengawasan berjalan ketat terhadap 31.682 frekuensi operasional untuk memastikan layanan vital, termasuk transportasi, tetap berjalan aman.
“Pengawasan frekuensi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan perjalanan masyarakat,” jelas Wayan.
Dalam evaluasi tersebut juga tidak ditemukan adanya penyalahgunaan perangkat ilegal seperti fake BTS di jalur mudik.
Posko RAFI 2026 sendiri beroperasi pada 13 hingga 30 Maret 2026 dengan dukungan 35 posko pemantauan dan 9 posko utama di titik strategis nasional.
Ke depan, Kementerian Komdigi akan memperketat pengawasan serta meningkatkan kesiapan jaringan di titik-titik rawan lonjakan trafik, sekaligus mempercepat respons penanganan gangguan layanan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas konektivitas nasional agar tetap andal, terutama pada momentum penting masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews





