Sekretaris Kabinet (Seskab), Letkol Teddy Indra Wijaya, menegaskan pemerintah tidak menarik pasukan TNI dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Meski begitu, evaluasi akan tetap berjalan.
"Oh, tidak ada untuk ke situ (penarikan TNI dari UNIFIL)," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).
"Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan ke luar. Dan saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri ya," sambungnya.
Ia menegaskan, komitmen Indonesia dalam misi perdamaian dunia tetap berjalan dengan berlandaskan amanat konstitusi, khususnya sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
"Jadi saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang di pembukaan alinea empat menertibkan ketertiban dunia, jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian, dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada gitu ya kira-kira," ujarnya.
Keberadaan pasukan TNI di UNIFIL menjadi persoalan setelah 3 prajurit Indonesia gugur. Menurut investigator PBB, berdasarkan temuan awal, ada indikasi kuat tembakan tank Israel dan peledak (IED) Hizbullah yang menyebabkan gugurnya 3 prajurit TNI itu.
Ketiga jenazah prajurit itu telah dipulangkan ke Tanah Air dan dimakamkan di tiga tempat berbeda pada Minggu (5/4).
Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. Serka (Anm) M. Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo, Magelang. Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.





