Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah tidak berencana menarik pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) meski tengah dilakukan evaluasi menyusul gugurnya prajurit TNI.
“Tidak ada untuk ke situ. Evaluasi tetap berjalan, evaluasi ke dalam dan ke luar,” ujar Teddy kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (10/4/2026) malam.
Teddy menekankan bahwa kehadiran TNI dalam misi internasional merupakan bagian dari komitmen Indonesia menjaga ketertiban dunia, sebagaimana amanat konstitusi.
“Sesuai Undang-Undang di pembukaan alinea empat, kita menertibkan ketertiban dunia. Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian,” katanya.
Dia menambahkan, evaluasi terhadap penugasan pasukan tetap dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi internal maupun eksternal.
Menurut Teddy, pemerintah melalui Panglima TNI dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah bersikap tegas dalam memastikan keselamatan prajurit serta efektivitas misi.
Baca Juga
- SBY Desak PBB Setop Misi UNIFIL Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon
- Pangdam Udaya Berikan Rumah bagi Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
“Saya rasa Bapak Panglima TNI kemudian Menteri Luar Negeri sangat tegas mengenai semua prajurit kita yang berada di luar negeri dan dalam negeri,” ujarnya.
Terkait laporan adanya tiga warga negara Indonesia (WNI) yang dikabarkan hilang di Iran, Teddy menyebut pemerintah telah memantau perkembangan tersebut.
Namun, dia menegaskan bahwa penjelasan lebih rinci mengenai kasus tersebut akan disampaikan langsung oleh Kementerian Luar Negeri.
“Pastinya Kementerian Luar Negeri sudah cepat untuk menangani itu ya kalau memang benar,” tandas Teddy.





