Anak-anak Berenang di TPU Banjir Tanpa Rasa Takut, Pakar Soroti Krisis Ruang Bermain

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Padatnya pemukiman di Jakarta membuat anak-anak harus bermain di ruang seadanya, bahkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terendam banjir sekali pun.

TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, yang terendam banjir sejak bulan Januari 2026 berubah menjadi kolam renang dadakan anak-anak.

Air banjir merendam ribuan makam di sisi timur TPU itu hingga nisan-nisan bertuliskan nama jasad yang terkubur di bawahnya sudah tak lagi terlihat.

Ribuan makam itu kini berubah menjadi kolam raksasa yang sudah ditumbuhi oleh tanaman eceng gondok.

Baca juga: Banjir Tahunan TPU Semper, Pengelola Minta Perbaikan Drainase dan Peninggian Lahan

Meski di bawahnya terdapat ribuan makam, sembilan orang anak terlihat tetap asyik berenang di atasnya.

Tawa mereka terlihat begitu lepas ketika berendam di area makam yang terendam banjir.

Bahkan anak-anak itu terlihat melompat bebas berkali-kali dari besi pembatas jalan ke area makam yang terendam, karena posisinya lebih rendah.

"Segar banget berenang di sini, berenang gratis di sini, dari pada ke Ancol mahal," teriak salah satu anak bernama Juna (9) saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (9/4/2026).

Sambil berenang, anak laki-laki itu bercerita ketinggian air yang merendam ribuan makam itu tak terlalu tinggi, hanya sekitar 1,3 meter atau sedada mereka.

Baca juga: Dari Bekasi, Roni Datang Menjaring Ikan di TPU Semper yang Terendam Banjir

Oleh karena itu, mereka bisa berenang bebas tanpa pelampung dan tanpa takut tenggelam.

Hak Warga Negara yang Diabaikan

Sosiolog dari Universitas Gajah Mada (UGM) AB Widyanta, menilai nekatnya anak-anak berenang di TPU yang kebanjiran disebabkan karena mereka tak memiliki pilihan ruang bermain lain.

Anak-anak cenderung beradaptasi di lingkungan tempat tinggalnya yang memang rawan bencana.

Jadi, berenang di TPU yang kebanjiran pun bukan menjadi persoalan serius untuk mereka, karena sudah terbiasa.

KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman Banjir di area pemakaman TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara dimaanfaatkan warga sebagai spot memancing, Rabu (26/3/2026
"Perspektifnya ini adalah warga yang secara hak kewargaannya sebetulnya diabaikan oleh negara," ungkap Widyanta ketika dihubungi Kompas.com, Kamis.

Baca juga: Berkah Peziarah di TPU Semper: Pedagang Bunga Musiman hingga Jasa Penutup Motor

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Fenomena ini dinilai menjadi bukti bahwa negara tidak mengindahkan hak-hak dasar warganya, termasuk ruang untuk anak-anak bermain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengusaha Perikanan Diimbau Terapkan Stelina Perluas Akses Pasar Global
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rayakan Ultah ke-80, Pemilik Kedai Kopi Ini Bikin Kue Wortel Raksasa 2,7 Ton
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Update Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini Jumat, 10 April 2026: BMKG Prediksi Hujan!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Tahap 2 untuk Aceh Tamiang Sebesar Rp 76 Miliar
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Transformasi Beyond Mortgage, BTN Salurkan 6 Juta KPR hingga April 2026
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.