JAKARTA, DISWAY.ID - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan pemerintah tidak berencana menarik pasukan TNI dari misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) usai 3 prajurit gugur.
“Tidak ada ke arah penarikan pasukan. Evaluasi tetap berjalan, baik ke dalam maupun ke luar,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 10 April 2026.
Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia.
BACA JUGA:Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit UNIFIL, Negara Hadir dalam Duka Mendalam
"Jadi saya rasa itu sudah sangat tegas disampaikan bahwa sesuai Undang-Undang pembukaan alinea empat, menertibkan menyampaikan dunia. Jadi kita mengirim pasukan di sana untuk menjaga perdamaian dan kita tegas terhadap evaluasi yang ada," ungkapnya.
Sebagai informasi, 3 prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan.
BACA JUGA:UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Mayor Zulmi Aditya Kurniawan, atas nama sersan kepala (Serka) Anumerta Muhammad Nur Ikhwan.
PBB merilis hasil penyelidikan awal penyebab gugurnya 3 prajurit TNI yang bertugas dalam UNIFIL di Lebanon.
BACA JUGA:Dua Pasukan UNIFIL Terluka Kena Serangan Israel, Kasad Lakukan Evaluasi
PBB mengatakan satu prajurit TNI gugur akibat proyektil tank yang ditembakkan militer Israel ke Lebanon.
"Terkait insiden 29 Maret, berdasarkan bukti yang tersedia, termasuk analisis lokasi dampak dan khususnya fragmen proyektil yang ditemukan di posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa 7-1, proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe," kata juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam jumpa pers dikutip, Rabu 8 April 2026.





