Direktur LIMA Sebut Adik Prabowo Bikin Suasana Politik Tak Kondusif

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan semua pihak bingung mendengar pernyataan pihak pemerintah, karena orang lingkaran Presiden RI Prabowo Subianto justru membuat sikap yang membuat iklim politik memanas.

Hal demikian dikatakan Ray menyikapi ucapan Utusan Khusus Presiden RI Hashim Djojohadikusumo yang menyebut ada upaya kudeta terhadap Prabowo Subianto. 

BACA JUGA: Hashim Ungkap Upaya Kudeta ke Prabowo, Pengamat: Itu Narasi Keliru dan Tak Berdasar

"Banyak pernyataan dari pemerintah yang justru membuat suasana politik tidak kondusif," kata dia melalui layanan pesan, Jumat (10/4).

Ray menuturkan pernyataan terkait kudeta diucap ketika pemerintah berkoar-koar soal perlunya menjaga stabilitas.

BACA JUGA: Deddy PDIP Peringatkan Adik Prabowo: Jangan Bikin Pernyataan yang Memengaruhi Ekonomi

Dia merasa ragu investor bakal berani masuk ketika ucapan pemerintah terkait kondisi politik justru membingungkan. 

Terlebih lagi, kata aktivis prodemokrasi itu, muncul pernyataan dari lingkaran Prabowo soal upaya kudeta dan makar terhadap pemimpin.

BACA JUGA: Prabowo Terlalu Kuat, Kecil Kemungkinan Dikudeta

"Siapa kiranya yang berkenan untuk investasi di negeri yang selalu pejabatnya mengumbar rasa takut," ujar Ray.

Dia melanjutkan kekuatan politik Prabowo sebenarnya kuat dan TNI dan Polri solid di bawah komando Kepala Negara.

"82 persen kekuatan parlemen itu koalisi Prabowo. TNI dan Polisi solid di bawah mereka," ungkapnya. 

Ray mengatakan ormas keagamaan juga mendukung Prabowo, sehingga sulit melihat terjadinya kudeta terhadap Kepala Negara dan makar.

Dia pun mempertanyakan hal yang membuat rezim Prabowo menjadi tidak nyaman dengan semua kemewahan dukungan ke pemerintahan.

Termasuk, kata dia, ketika rezim Prabowo terusik dengan pengamat dan intelektual dengan narasi makar.

"Seorang intelektual, tanpa partai, tanpa massa, tanpa ormas mereka mencurigai mau melakukan makar," ujarnya. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Tebar Dividen Tunai Rp52,1 Triliun, Setara Rp34 per Saham
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Polisi Selidiki Kasus Bayi Nyaris Dibawa Orang di RSHS Bandung
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Semua ASN Boleh WFH: Dari Layanan Kependudukan Hingga Rumah Sakit
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Melihat Suasana Kantor Purbaya dan Bahlil saat Hari Pertama WFH ASN
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
WFH ASN Mulai Berlaku, Layanan Publik Kemenkum Dipastikan Tetap Berjalan Normal
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.