MRP Papua Tengah Dorong Perubahan Strategi Penanganan Konflik Demi Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan konflik di Papua dengan menekankan solusi komprehensif demi terciptanya perdamaian dan keamanan masyarakat.

Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak menyatakan penyelesaian konflik tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan semata.

Ia menegaskan perlunya langkah strategis lain seperti dialog terbuka dan evaluasi kebijakan secara menyeluruh untuk mengatasi konflik yang terus berulang.

“Pemerintah harus berani mencari solusi yang menyeluruh agar masyarakat bisa hidup aman dan damai,” ungkapnya.

Evaluasi Pendekatan Keamanan

MRP Papua Tengah menilai pendekatan yang selama ini berfokus pada aspek keamanan belum mampu menyelesaikan konflik secara tuntas di wilayah Papua.

Penambahan pasukan TNI dan Polri dalam jumlah besar di daerah konflik tinggi disebut belum efektif dalam meredam kekerasan.

“Memang tujuan negara bagus, karena polisi dan tentara itu bagian dari pagar negara. Tapi terbukti pengiriman pasukan banyak tidak menjamin keamanan,” ia mengungkapkan.

Konflik masih terus terjadi baik secara horizontal antar masyarakat maupun antara masyarakat dengan aparat, termasuk di wilayah Dogiyai.

Dorongan Pendekatan Humanis dan Dialog

MRP Papua Tengah mendorong pemerintah pusat dan daerah membuka ruang dialog dengan berbagai pihak guna mencari solusi jangka panjang.

Pendekatan humanis melalui peningkatan sumber daya manusia dan ekonomi masyarakat dinilai penting untuk menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.

Selain itu, penegakan hukum yang adil bagi semua pihak juga ditekankan untuk membangun rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat.

“Yang dibutuhkan adalah perubahan pendekatan agar Papua menjadi tanah damai dan membawa kesejahteraan bagi semua,” ungkapnya.

Pandangan tersebut telah disampaikan kepada perwakilan Kementerian HAM saat kunjungan ke Nabire dalam rangka mengusut kasus konflik Dogiyai beberapa waktu lalu.

Papua diharapkan dapat menjadi wilayah yang damai dan sejahtera bagi seluruh masyarakat, baik orang asli Papua maupun pendatang dari berbagai daerah di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Krisis Energi BBM, ITS Kembangkan Metode Produksi Bensin Sawit
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
ASN Ini Tak Keberatan Bekerja dari Kantor Meski Ada WFH: Selama Harga BBM Belum Naik
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Ahmad Sahroni Buka Suara soal Pemerasan Rp300 Juta oleh Oknum Ngaku Utusan KPK
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Akui Ganda Taiwan Punya Defense Bagus, Fajar/Fikri Ungkap Kunci Kemenangan di Perempat Final Kejuaraan Asia 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Connie Rahakundini: Kasus Penyerangan Air Keras Andrie Kontras jadi Momen Pembenahan TNI
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.