Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pemimpin Iran dan Amerika Serikat akan menghadiri perundingan damai di negaranya.
"Sebagai tanggapan atas undangan tulus saya, para pemimpin kedua negara akan datang ke Islamabad. Di sana, negosiasi akan diadakan untuk mewujudkan perdamaian," kata Sharif dalam pidatonya Jumat (10/4) dikutip dari AFP.
Wakil Presiden AS, JD Vance, sedang dalam perjalanan ke Pakistan. Sementara, muncul tanda tanya mengenai delegasi Iran setelah Teheran menetapkan syarat untuk dimulainya negosiasi.
Iran mensyaratkan gencatan senjata selama dua minggu yang berlaku harus diterapkan juga di Lebanon, di mana Israel masih melakukan serangan bom terhadap Hizbullah.
Iran juga menyerukan agar aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri karena sanksi AS dicabut blokirnya.
Terlepas dari hal itu, Sharif menyampaikan terima kasih kepada kedua belah pihak karena setuju untuk bertemu.
"Gencatan senjata sementara telah diumumkan, tetapi sekarang tahap yang lebih sulit menanti: tahap mencapai gencatan senjata yang langgeng, menyelesaikan masalah-masalah rumit melalui negosiasi," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
"Ini adalah tahap yang, dalam bahasa Inggris, disebut setara dengan 'make or break'," kata dia.
Ia mengatakan pemerintahnya akan melakukan segala upaya untuk membuat pembicaraan ini berhasil.
Dalam hal domestik, Sharif mengumumkan penurunan harga solar lebih dari 30 persen, dari 520 menjadi 355 rupee per liter, dan sedikit penurunan harga bensin.
Pakistan telah menaikkan harga lebih dari seminggu yang lalu sebagai respons terhadap lonjakan harga energi global yang disebabkan oleh perang di Iran.





