Bahlil Akui Stok LPG Sempat Kritis, Kini Diklaim Sudah Aman

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) sempat kritis pada pekan lalu.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok LPG sempat kritis pada pekan lalu. (Foto: iNews Media/Iqbal Dwi Purnama)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, stok Liquefied Petroleum Gas (LPG) sempat kritis pada pekan lalu. Namun, kini ketersediaan energi mulai dari LPG hingga BBM diklaim sudah aman.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengakui ketersediaan LPG sempat beberapa hari saja. Dia menjelaskan kondisi tersebut tidak lepas dari dampak konflik di Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok.

Baca Juga:
Bocoran Terbaru dari Bahlil soal Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

"Urusan LPG kita sudah kita keluar dari zona yang sangat mengkhawatirkan. Jadi insyaallah stok BBM kita aman, baik solar, bensin, LPG, dan avtur. Kita sudah bisa tidur nyenyak," kata Bahlil di Senayan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bahlil menjelaskan saat ini stok LPG nasional telah mendekati fase normalnya yaitu 10 hari, jauh meningkat dibandingkan posisi cadangan sebelum tanggal 4 April yang lalu.  

Baca Juga:
BBM Tak Naik, Purbaya Ungkap Strategi Jaga Defisit APBN Tak Lebihi 3 Persen dari PDB

"Ibarat orang sakit itu kita keluar ruangan ICU itu tanggal 4-5 April. LPG kita tanggal 4, tanggal 5 itu, tidak pernah terjadi cadangan kita cuma beberapa hari. tapi mulai 2 hari kemarin saya sudah bisa tidur nyenyak," kata Bahlil. 

Dia mengapresiasi peran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mau menjual produknya ke dalam negeri, ketimbang ekspor. Kuota ekspor 30 persen yang sebelumnya diberikan pemerintah, dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dahulu, sehingga cadangan energi nasional dipastikan dalam posisi aman untuk saat ini. 

"Mulai 2 hari kemarin, LPG kita cadangannya sudah di atas 10 hari, sudah mendekati normal. Jadi tidak perlu keraguan lagi," katanya.

Sebelumnya Sesditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam menjelaskan, kebijakan peralihan ekspor untuk mengutamakan kebutuhan dalam negeri bertujuan untuk menekan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG.  

Dia mengakui bahwa produksi dalam negeri masih belum mampu memenuhi kebutuhan, sehingga pasokan LPG nasional masih didominasi impor. Kondisi ini semakin menantang akibat dinamika geopolitik global, termasuk kendala distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz.

"LPG yang selama ini digunakan oleh industri kami upayakan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama LPG 3 kg yang sangat dibutuhkan,” ujar Rizwi dalam Raker bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (8/4/2026).

(Rahmat Fiansyah) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Connie Bakrie Menduga Ada Operasi Intelijen Terstruktur Dalam Kasus Andrie Yunus, Begini Indikatornya
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Lindungi Aset Umat, Kanwil BPN DKI Gandeng PWNU Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Gempa Hari Ini Jelang Akhir Pekan Jumat 10 April 2026: Lima Kali Getarkan Indonesia
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Polda Kepri Musnahkan Narkotika dari 24 Kasus di Batam
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gawat! Mauricio Souza Pastikan Satu Pemain Persija Berlabel Timnas Indonesia Absen saat Hadapi Persebaya
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.