HARIAN FAJAR, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, resmi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini membuka sorotan pada kekayaan dan perjalanan karier politik pria kelahiran 17 Desember 1967 tersebut. Pasalnya, Gatut memiliki koleksi 17 kendaraan hingga tanah laut.
Kekayaan Gatut Sunu Sebelum PenangkapanBerdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercatat di situs resmi KPK, Gatut melaporkan total aset mencapai Rp 20.335.211.000 per 3 Maret 2026. Kekayaan tersebut terdiri dari berbagai jenis aset yang tersebar di beberapa wilayah.
Rincian aset yang dimiliki Gatut meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 14,5 miliar dengan 20 bidang tanah di Tulungagung, Surabaya, Trenggalek, hingga Tanah Laut. Aset termahal berada di Surabaya dengan nilai Rp 1,8 miliar. Selain itu, terdapat alat transportasi dan mesin senilai Rp 3,47 miliar, termasuk Toyota Land Cruiser 2013, Toyota Alphard 2021, dan Toyota Innova Zenix 2024.
Lebih lanjut, Gatut memiliki armada bisnis berupa enam unit truk Mitsubishi (tahun 2001–2012) dan satu unit Mitsubishi L300, serta koleksi motor sebanyak tujuh unit Honda dan Yamaha. Harta bergerak lainnya mencapai Rp 1,74 miliar, sementara kas dan setara kas sebesar Rp 592 juta. Menariknya, dia tidak memiliki utang sama sekali.
Jejak Karier dan Latar Belakang Gatut SunuGatut Sunu menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Merdeka Malang pada 1992 dan meraih gelar Magister Ekonomi dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung pada 2023. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha toko bangunan dengan jaringan toko yang tersebar di Tulungagung dan sekitarnya.
Dia mulai aktif berorganisasi sejak 2004 dengan bergabung di Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor). Karier politiknya dimulai saat mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada Pilkada 2019 berpasangan dengan Maryoto Birowo, yang berhasil memenangkan pemilihan tersebut.
Terangnya, “Saya memulai karier politik sebagai Wakil Bupati Tulungagung sejak 2019, dan pada Pilkada 2024 saya maju sebagai calon bupati bersama Ahmad Baharudin sebagai wakil, memenangkan suara sebesar 50,7 persen.”
Kemenangan tersebut menandai puncak karier politik Gatut hingga akhirnya terjerat kasus OTT oleh KPK.
Dampak Penangkapan dan Proses SelanjutnyaSementara itu, penangkapan Bupati Tulungagung ini menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan pemberantasan korupsi di daerah. KPK masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini untuk mengungkap fakta dan pelaku lain yang mungkin terlibat.
Bebernya, “Kami akan terus mengembangkan kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan transparan dan adil.” Penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan bagi pejabat daerah lainnya agar menjaga integritas dan menjalankan tugas dengan baik.





