Cukup 10 Menit, Israel Lakukan Pembunuhan Massal Terburuk di Lebanon Sejak 1990

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Israel hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk melakukan salah satu pembunuhan massal terburuk di Lebanon sejak berakhirnya perang saudara di negara itu pada tahun 1990. Demikian the Guardian lewat tulisannya melaporkan. 

Salah satu saksi, Omar Rakha mendengar pesawat tempur Israel tetapi seperti tidak merasakan ledakan. Baru setelah terbangun dalam posisi telungkup di jalan, ia sadar sudah berdarah dan mengerti apa yang telah terjadi.

Baca Juga
  • Fakta Ini Ditutup-tutupi: Kapal Perang Israel Dihajar Rudal Hizbullah, Malah Berdusta Kapal Inggris
  • Usai Bebas Bersyarat, Doni Salmanan Minta Maaf, Mengaku Khilaf
  • 5 Pertanyaan tentang Fakta Mengejutkan di Balik Strategi Iran Jebak Amerika

Bangunan di sebelah rumahnya di lingkungan Barbour di pusat Beirut telah hancur oleh dua bom Israel. Kemudian ia berlari melewati reruntuhan yang terbakar untuk menemukan saudara perempuannya, yang sedang berteriak.

Shaden Fakih, seorang pelatih senam berusia 24 tahun, juga berlari menuju lokasi ledakan. Temannya, Mahmoud, berada di dalam gedung yang terkena serangan. Ia hanya bisa mendekat sampai batas tertentu.  Gedung bertingkat itu telah menjadi tumpukan puing yang terbakar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Fakih mulai menarik orang-orang keluar dari apartemen di depan lokasi kejadian, sambil menggendong seorang wanita tua yang tidak bisa berjalan. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Mahmoud. :Lingkungan pemukiman yang dulunya dianggap aman dari bom Israel kini terasa seperti zona perang.

Sementara Dr. Ghassan Abu-Sittah berada di ruang gawat darurat ketika korban mulai berdatangan. Di antara yang terluka terdapat anak-anak yang ditarik dari bawah reruntuhan. Banyak yang tiba sendirian, tanpa orang tua, identitas mereka tidak diketahui.

“Yang termuda berusia 11 bulan. Saya harus mengoperasinya hanya untuk mengurangi tekanan di kepalanya,” kata Abu-Sittah, yang bekerja sebagai ahli bedah di American University of Beirut Medical College (AUBMC).

Gelombang korban luka muncul setelah Israel membombardir lebih dari 100 target di seluruh Lebanon dalam 10 menit pada Rabu, menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai 1.165 orang. Demikian menurut penghitungan awal oleh pertahanan sipil Lebanon.

Jumlah korban tewas, yang diperkirakan akan meningkat seiring ditemukannya lebih banyak jenazah. Angka korban lebih tinggi daripada ledakan pelabuhan Beirut tahun 2020 – salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah manusia.

Militer Israel berdalih telah menyerang pusat komando dan kendali Hizbullah dalam kampanye pengeboman yang dinamai "Operasi Kegelapan Abadi". Namun, penduduk dan pejabat Lebanon mengatakan, serangan tersebut, yang menggunakan bom seberat 1.000 pon di daerah pemukiman padat penduduk di Beirut, sebagian besar menewaskan warga sipil.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menuduh Israel menargetkan lingkungan pemukiman padat penduduk dan membunuh warga sipil tak bersenjata yang melanggar hukum internasional.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Final Four Proliga 2026: LavAni Juara Putaran Pertama, Erwin Rusni Bilang Begini...
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Atasi Banjir Jakarta, Kanal Banjir Barat Dikeruk Besar-besaran
• 17 jam laluokezone.com
thumb
RI Berjaya di Kejuaraan Panjat Tebing Asia: 2 Medali, 5 Tiket Asian Games
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
BPOM Setujui Label Nutri-Level, Bantu Masyarakat Pilih Produk Lebih Sehat
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Akal-akalan Kurir Narkoba: Ambulans Dipakai Bawa 15,7 Kg Sabu, Berujung Dibui
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.