4 Pegawai Gadungan KPK Peras Ahmad Sahroni, Ini Fakta Terbarunya

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta publik untuk menunggu hasil pemeriksaan terkait pemerasan oleh empat orang yang mengaku sebagai pegawai lembaga antirasuah terhadap Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan, konstruksi utuh dari peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian, khususnya di Polda Metro Jaya.

"Untuk detailnya nanti seperti apa konstruksi utuhnya peristiwa ini, kita sama-sama tunggu. Karena memang saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Polda Metro Jaya ya. Jadi nanti kita tunggu hasil pemeriksaan tersebut," katanya kepada wartawan, Jumat, 10 April 2026.

BACA JUGA:Heboh Wacana War Tiket Haji,Kemenhaj Ungkap Skema Urai Antrean Calon Jemaah

BACA JUGA:Kementerian PU Digeledah Kejati DKI, Seskab Teddy: Silakan!

Budi menyampaikan, konstruksi utuh dari peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

"Peristiwa dengan mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK dan dapat mengatur perkara ini bukan yang pertama kali dilakukan," ucapnya.

Ia menyebut, KPK belum dapat memastikan dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

"Ini masih berlangsung proses pemeriksaannya, jadi kita tunggu hasilnya," ucapnya.

Ia juga menanggapi pemberian uang dari Sahroni karena tekanan atau sebagai bentuk dukungan kepada pimpinan KPK. 

BACA JUGA: Pasukan TNI Misi Perdamaian UNIFIL Tetap Bertugas, Tak Akan Ditarik Meski 3 Prajurit Gugur

BACA JUGA:Resmi Jabat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto Beberkan Program Prioritas

Selain itu, lanjut Dia, KPK juga belum mengonfirmasi informasi mengenai dugaan koordinasi Sahroni dengan pimpinan KPK terkait permintaan uang tersebut.

"Ya nanti kami cek informasi itu," katanya.

Diketahui, Polda Metro Jaya bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap empat orang yang mengaku sebagai pegawai KPK.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK: Bupati Tulungagung Terjaring OTT Malam Ini
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Komdigi Catat Kinerja Stabil Jaringan Seluler Selama RAFI 2026
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Diguyur Rp10 Juta oleh Dedi Mulyadi Imbas Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Nina Saleha akan Gunakan untuk Akikah
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Layanan Keimigrasian Tetap Normal di Hari Pertama WFH ASN, 100 Persen Pegawai WFO
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Negeri yang Terlalu Cepat Viral, Tapi Terlambat Berpikir
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.