Menteri Dody Bersumpah Demi Allah Tak Tahu Perkara Itu

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui perkara yang melatarbelakangi penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di kementeriannya.

Dia bahkan menyatakan sumpah untuk menegaskan ketidaktahuannya terkait kasus tersebut dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat, yang mengonfirmasi apakah dirinya sudah berdiskusi secara internal dengan menteri sebelumnya terkait penggeledahan yang disebut-sebut berkaitan dengan perkara APBN 2023 dan 2024.

BACA JUGA: Menteri PU Buktikan Bersih, Persilakan Kejati DKI Cek ke Ruangannya

"Enggak, enggak ada (diskusi dengan menteri sebelumnya). Emang ini (perkara penggeledahan soal APBN) 2023-2024? Saya enggak tahu malahan. Enggak, benar-benar enggak tahu, sumpah demi Allah, saya enggak tahu," katanya.

Menurut Dody, tidak perlu dilakukan diskusi internal karena perkara tersebut sudah berada di ranah penegak hukum sehingga kementeriannya tidak lagi memiliki kewenangan untuk mencampuri proses penyelidikan yang berlangsung.

BACA JUGA: Alasan Menteri PU Dody Izinkan Kejati DKI Geledah Seluruh Ruangan di Lingkungan Kementerian

"Saya pikir enggak perlu diskusi loh, ngapain diskusi lagi kan? Soalnya barang ini sudah nyeebrang ke tempat lain gitu, jadi, bukan ranahnya kami," ujar Dody.

Ia juga menegaskan langkah aktif dari instansinya dikhawatirkan dapat dianggap sebagai obstruction of justice (menghalangi proses hukum) sehingga memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar proses berjalan transparan dan akuntabel.

BACA JUGA: Menteri PU Pastikan Kesiapan Infrastruktur Tol Periode Arus Balik Idulfitri

"Kalau nanti saya apa? Melakukan suatu pergerakan nanti dikira ini, obstruction of justice. Tapi, sudahlah, kan semuanya sudah kejadian," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Dody mengatakan ruangan kerjanya hingga ruang kerja Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menjadi bagian dari penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

"Oh iya (ruangan Menteri dan Wamen PU digeledah petugas Kejati DKI Jakarta). Jadi, begini, saya memberikan izin kepada penyidik untuk menggeledah seluruh ruangan yang ada di Kementerian PU," katanya.

Dody menambahkan penyidik sempat berhati-hati saat akan memasuki ruang menteri karena posisinya sebagai pembantu presiden sehingga ia merasa perlu meminta izin secara khusus kepada Presiden Prabowo Subianto terlebih dahulu.

Ia kemudian melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo terkait rencana pemberian akses penuh kepada penyidik untuk memasuki seluruh ruangan, termasuk ruang kerja menteri.

Selain ruang kerja menteri dan wakil menteri, penggeledahan juga dilakukan di Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Sumber Daya Air (SDA), termasuk gedung utama kementerian itu.

Dari penggeledahan itu, penyidik Kejati DKI Jakarta menyita sebanyak 16 item. Jenis barang yang disita mayoritas dokumen, termasuk satu unit komputer dan print out. Dokumen paling banyak disita dari Direktorat Jenderal Cipta Karya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Michelle Ashley Ungkap 3 Alasan Blak-blakan Tak Suka Arya Khan
• 19 jam lalucumicumi.com
thumb
Musim Belum Berakhir, PSIM Ngebut Benahi Stadion Sultan Agung demi Lolos Club Licensing BRI Super League 2026/2027
• 17 jam lalubola.com
thumb
Bonjowi Ungkap 4 Dokumen Krusial Tak Diserahkan KPU DKI, Termasuk Ijazah SD hingga SMA Jokowi
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Profil Desak Made, Juara World Climbing Asia Championship 2026
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Gempa Susulan Guncang Batang Dua, Perindo Ternate Salurkan Bantuan untuk Jaga Ketahanan Warga
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.