Starmer: Keanggotaan NATO Adalah Kepentingan Strategis AS

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Doha

Perdana Menteri Inggris mendesak Eropa meningkatkan anggaran pertahanan di tengah ketegangan konflik Iran dan ancaman mundurnya Washington.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menegaskan bahwa mempertahankan eksistensi Amerika Serikat di dalam NATO merupakan langkah yang krusial bagi kepentingan nasional Washington sendiri. 

Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap ancaman Presiden Donald Trump yang mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari aliansi pertahanan tersebut.

Berbicara di Qatar pada penghujung rangkaian kunjungan diplomatiknya di kawasan Teluk, Starmer menekankan bahwa meskipun Eropa harus memikul tanggung jawab lebih besar dalam beban pertahanan, aliansi transatlantik tetap menjadi fondasi keamanan global yang tak tergantikan.

Peningkatan Peran Eropa

Starmer secara terbuka menyetujui tuntutan Trump agar negara-negara Eropa meningkatkan belanja militer mereka, terutama mengingat dinamika perang di Iran yang terus bergejolak.


(Keir Starmer turun dari pesawat setibanya di bandara Abu Dhabi. Foto: Alastair Grant/AFP/Getty Images)

"Kami adalah pendukung kuat NATO. Saya telah berargumen sejak lama bahwa kita perlu berbuat lebih banyak. Ini adalah aliansi militer paling efektif yang pernah ada di dunia," ujar Starmer kepada awak media di Doha.

Ia menambahkan bahwa penguatan elemen Eropa di dalam NATO bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan strategis. 

"Apakah kita warga Eropa perlu berbuat lebih banyak? Ya. Ini adalah kepentingan Amerika, sekaligus kepentingan Eropa. NATO adalah aliansi defensif yang selama beberapa dekade telah menjaga kita tetap aman."

Diplomasi Selat Hormuz

Selain isu NATO, Starmer mengungkapkan detail pembicaraannya melalui telepon dengan Donald Trump pada jumat 10 April 2026 . Fokus utama diskusi tersebut adalah stabilitas Selat Hormuz, jalur navigasi vital bagi pasokan minyak dan gas global yang sempat terganggu akibat eskalasi militer antara AS, Israel, dan Iran.

Starmer menegaskan penolakannya terhadap gagasan pengenaan tarif atau retribusi pada kapal-kapal yang melintas di selat tersebut sebuah ide "usaha bersama" (joint venture) yang sempat dilontarkan Trump untuk mengatur biaya tol di jalur internasional tersebut.

"Ada pemahaman yang kuat bahwa tidak boleh ada pemungutan tol atau pembatasan navigasi," tegas Starmer setelah bertemu dengan para pemimpin di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.

Aksi Nyata di Lapangan

Meski Inggris menolak untuk terlibat langsung dalam serangan ofensif terhadap Iran, London tetap memainkan peran defensif yang signifikan. 

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menekankan bahwa kontribusi Inggris dalam menjaga stabilitas kawasan Teluk melampaui sekadar retorika di media sosial.

"Jika kita fokus pada tindakan kita daripada sekadar pertukaran kata-kata, maka fundamental aliansi ini tetap kuat," kata Healey. 

Ia merujuk pada bantuan pangkalan militer Inggris yang digunakan pesawat AS untuk misi defensif serta keberhasilan personel Inggris dalam menjatuhkan sejumlah drone dan rudal Iran yang mengancam negara-negara Teluk.

Di tengah kondisi gencatan senjata yang rapuh dan retorika keras dari Washington, posisi Inggris tetap konsisten: memperkuat kemitraan dengan AS namun tetap mendesak kedaulatan keamanan Eropa yang lebih mandiri di bawah payung NATO.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Akui Stok LPG Sempat Kritis, Kini Diklaim Sudah Aman
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Terungkap, Taylor Swift dan Travis Kelce Menikah 3 Juli di New York
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Luciano Spalletti Perpanjang Kontrak, Bertahan di Juventus Sampai 2028
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Viral Penumpang Tahan Pintu Kereta Cepat Whoosh, Sempat Ganggu Jadwal Perjalanan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Serahkan Aset Rampasan Rp3,88 Miliar ke Kementerian PU untuk Proyek Tol
• 23 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.