jpnn.com - Wakil Ketua Umum PAN Saleh Partaonan Daulay menyoroti adanya banyak tokoh yang ingin memberikan saran dan kritik kepada Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu menurutnya sangat baik dan perlu diapresiasi. Apalagi, saran dan kritik yang disampaikan benar-benar sesuai dengan fakta dan aspirasi masyarakat.
BACA JUGA: Waketum PAN Menilai Pelaporan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi ke Polisi Sudah Tepat
"Pak Prabowo sangat senang mendengar saran dan kritik. Malah beliau sering mengundang para tokoh untuk berdiskusi di istana. Ada yang dari kalangan birokrat, ulama dan tokoh agama, guru besar, media massa, aktivis, dan berbagai elemen lainnya," kata Saleh.
Menurut Saleh, setiap pertemuan yang dilakukan presiden selalu diisi dengan diskusi. Bahkan, tidak hanya mereka yang ke istana yang mengetahui isi pertemuan, masyarakat luas pun dapat mengikutinya melalui siaran televisi.
BACA JUGA: Yusril Sebut Usul Gibran soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dibahas dengan MA
"Ini menandakan kerendahan hati Prabowo untuk selalu bersama dengan seluruh komponen masyarakat dalam menata pembangunan ke depan," ucapnya.
Dalam konteks keterbukaan seperti ini, Saleh menilai sudah sepatutnya Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, sebagai salah seorang tokoh bangsa menyempatkan diri untuk bertemu Prabowo secara langsung di istana.
BACA JUGA: Efriza Sebut Pernyataan Hashim soal Kudeta Presiden Bisa Jadi Alarm Politik
"Apa pun saran, masukan, dan bahkan kritik yang ingin disampaikan akan lebih pas untuk diutarakan di hadapan orangnya. Saya yakin Prabowo akan senang bertemu dengan tokoh sekaliber Pak Jusuf Kalla. Itulah sebabnya, saya dengar, Pak JK selalu diundang juga ke istana," tuturnya.
Saleh menilai Pak JK itu tokoh hebat, tidak hanya menguasai bisnis, tetapi juga sangat mengerti politik dan birokrasi. Hal itu tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga sampai ke manca negara.
"Saya kira kalau pak JK singgah di istana, semua orang berharap agar beliau menyampaikan saran, masukan, dan kritik konstruktif. Berbicara langsung dengan Presiden pasti akan lebih mudah untuk dilaksanakan. Apalagi yang menyampaikan sekelas Pak JK," ujarnya.
Saleh yang juga ketua Komisi VII DPR menyarankan hal itu, karena menurutnya untuk orang sekelas Pak JK, tentu kurang elok menyampaikan kritik di media sosial dan media massa.
"Biarlah kritik-kritik terbuka seperti itu disampaikan oleh masyarakat biasa. Apalagi semua orang tahu bahwa Pak JK itu sangat cinta dan selalu rela berkorban untuk Indonesia," kata Saleh.(fat/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




