Bisnis.com, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Kota Palembang menggencarkan program Outbreak Response Immunization (ORI) menyusul lonjakan signifikan kasus campak di wilayah tersebut sejak awal tahun 2026.
Berdasarkan data Dinkes, jumlah kasus suspek campak yang tercatat sejak Januari hingga 9 April 2026 mencapai 842 kasus. Rinciannya, pada Januari terdapat 127 kasus suspek, Februari 250 kasus, Maret 434 kasus, dan 31 kasus hingga 9 April.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, dari total suspek tersebut, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan 150 kasus dinyatakan positif campak.
“Kasus yang terkonfirmasi positif sampai hari ini ada 150 kasus. Kalau dibandingkan tahun 2025, ya, ini lebih banyak kasusnya,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Kasus suspek sendiri ditetapkan pada anak yang mengalami demam disertai ruam dan salah satu gejala lain seperti batuk, pilek, atau mata merah.
Sementara itu, untuk kasus suspek lainnya, sebagian dinyatakan negatif dan sebagian masih berstatus pending karena pemeriksaan sampel masih menunggu hasil laboratorium dari Jakarta.
Yudhi menuturkan, tingginya kasus campak didominasi pada anak-anak dan bayi, yang salah satu faktor utamanya berkaitan dengan rendahnya cakupan imunisasi.
Dari total kasus suspek yang tercatat, sebanyak 458 anak atau lebih dari 58% diketahui belum mendapatkan imunisasi campak.
“Yang paling banyak terkena adalah bayi dan anak-anak. Faktor utamanya karena belum diimunisasi,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan cepat, imbuhnya, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan menjalankan strategi ORI (Outbreak Response Immunization) sejak pertengahan Maret hingga April 2026.
Program ini menyasar seluruh anak usia 9 bulan hingga 59 bulan, tanpa melihat apakah sebelumnya sudah pernah mendapatkan vaksin campak atau belum.
“ORI ini diberikan kepada semua anak usia 9 bulan sampai 59 bulan tanpa memandang status imunisasi sebelumnya,” katanya.
Hingga 9 April, tercatat 21.500 anak telah menerima vaksin campak melalui program ORI. Jumlah tersebut masih jauh dari total sasaran sekitar 120.000 anak, sehingga petugas kesehatan masih terus melakukan percepatan di lapangan.
“Kita targetkan (ORI) bisa mencapai 95% sampai akhir April ini. Dan nanti kalau belum tercapai, kami juga akan melakukan jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah warga,”
Yudhi menambahkan, Pemerintah Kota Palembang juga telah mengeluarkan surat edaran pada 8 April 2026 yang ditandatangani Walikota Palembang, Ratu Dewa.
Melalui edaran itu, camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga RT diminta aktif menyosialisasikan pentingnya imunisasi campak kepada masyarakat.
“Karena wilayah ada di camat dan lurah, kami minta semua ikut membantu menyebarkan informasi agar masyarakat memahami pentingnya vaksin sebagai langkah pencegahan,” tutupnya.





