Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Rapat Konsultasi Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (Munas XVI IPSI) mulai membahas sejumlah agenda strategis organisasi di Hotel Sultan, Jakarta. Rapat pra-Munas ini difokuskan untuk merumuskan berbagai kebijakan penting guna menentukan arah organisasi untuk periode mendatang.
Beberapa poin utama yang dibahas meliputi penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyusunan program kerja PB IPSI 2026-2030, hingga ratifikasi peraturan pertandingan terbaru. Selain urusan internal organisasi, forum ini juga mengkaji rekomendasi penetapan Hari Pencak Silat Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya bangsa.
Sidang Pra-Munas XVI IPSI ini dipimpin oleh Ketua Harian PB IPSI Benny Sumarsono, dengan didampingi jajaran pengurus pusat serta Steering Committee Munas XVI IPSI.
"Salah satu pembahasan penting hari ini, bagaimana mendorong Pencak Silat masuk dalam kurikulum pendidikan, dari tingkat dasar hingga menengah atas," ungkapnya.
Benny menambahkan, IPSI juga menargetkan langkah besar melalui program Road to Olympic sebagai upaya membawa pencak silat dipertandingkan di ajang olahraga tertinggi dunia tersebut.
"Rapat ini menjadi fondasi arah kebijakan organisasi ke depan. Melalui forum ini, IPSI menegaskan komitmennya membawa Pencak Silat semakin maju dan mendunia," tegasnya.
Rangkaian acara ini akan berlanjut pada agenda utama pembukaan Munas XVI IPSI yang rencananya dihadiri langsung oleh Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto, di JCC Senayan, pada Sabtu 11 April 2026.
Editor: Redaksi TVRINews





