Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Lumajang
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Pada Jumat malam (10/4/2026), gunung tertinggi di Jawa tersebut memuntahkan abu vulkanik dalam erupsi yang terpantau jelas dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.
Letusan tercatat terjadi pada pukul 19.36 WIB. Kolom abu membumbung hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak, atau berada di kisaran 4.676 meter di atas permukaan laut. Warna abu terlihat putih kelabu dengan intensitas sedang dan terbawa angin menuju utara.
Berdasarkan laporan pengamatan, erupsi itu terekam instrumen seismograf dengan amplitudo 22 mm dan durasi aktivitas selama 2 menit 1 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, membenarkan adanya peningkatan aktivitas tersebut.
“Erupsi terdeteksi cukup jelas malam ini. Kolom abu mencapai sekitar seribu meter dan bergerak ke arah utara mengikuti pola angin,” ujar Liswanto dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.
Meski erupsi tidak disertai suara gemuruh kuat, pihak pengawasan tetap menegaskan bahwa status Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak mendekati zona berbahaya.
“Kami mengingatkan warga untuk menjauhi area dalam radius 13 kilometer dari puncak. Zona tersebut berisiko tinggi terhadap lontaran material dan awan panas,” tegasnya.
Selain itu, warga juga diminta memperhatikan potensi lain seperti guguran lava dan lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, khususnya bila hujan turun di kawasan hulu sungai yang berhulu di Semeru.
“Kewaspadaan perlu terus dijaga, terutama di wilayah aliran sungai yang menjadi jalur material vulkanik,” tambah Liswanto.
Hingga malam ini, petugas masih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas gunung.
Editor: Redaksi TVRINews





