FAJAR, MAKASSAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Sulawesi Selatan siap mencetak 60 wasit domino Level II melalui program Training of Trainer (ToT) Perwasitan.
Agenda strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 12-14 April 2026 di Hotel MaxOne, Makassar.
Kegiatan ini akan diikuti oleh delegasi dari 24 Pengurus Daerah (Pengda) PORDI se-Sulawesi Selatan serta sejumlah jajaran pengurus tingkat provinsi.
Kehadiran utusan dari seluruh kabupaten/kota ini bertujuan agar standardisasi aturan pertandingan dapat terdistribusi secara merata hingga ke pelosok daerah.
Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas pelatihan, PORDI Sulsel mendatangkan langsung tim pemateri dari Jakarta. Seluruh narasumber merupakan instruktur yang telah memiliki lisensi resmi dan pemahaman mendalam mengenai regulasi domino tingkat nasional.
Ketua PORDI Sulsel, Dr. Ir. Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan bahwa keterlibatan instruktur pusat sangat penting untuk memastikan transisi domino menuju olahraga prestasi berjalan di jalur yang benar.
”Kami tidak main-main. Pemateri seluruhnya dari Jakarta agar para peserta mendapatkan ilmu langsung dari sumbernya. Output dari ToT ini akan melahirkan wasit berlisensi Level II, yang artinya mereka sudah memiliki kompetensi tinggi untuk memimpin jalannya pertandingan skala regional,” ujar IAS.
IAS juga memastikan output ToT akan memudahkan pengda-pengda dalam menjalankan pertandingan tanpa harus mendatangkan wasit dari luar daerahnya.
Sekretaris PORDI Sulsel, Muhammad Yusuf, menambahkan bahwa antusiasme dari 24 Pengda sangat luar biasa.
“Dengan kualifikasi Level II, mereka tidak hanya menjadi wasit, tetapi juga menjadi instruktur yang mampu menularkan standar profesionalisme ini di daerah masing-masing,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi antara instruktur pusat dan semangat dari 24 Pengda, PORDI Sulsel optimis langkah ini akan mempercepat pengakuan domino sebagai cabang olahraga yang profesional di bawah naungan KONI. (amr)





