Pantau - World Boxing Council (WBC) menetapkan Bakary Samake dan Ermal Hadribeaj akan bertarung dalam laga eliminasi untuk memperebutkan peluang menantang juara dunia kelas super welter pada 25 April 2026 di Paris, Prancis.
“Dengan kesempatan merebut gelar juara sebagai taruhannya, pertarungan di Paris ini bisa menjadi titik balik dalam karier kedua petarung, terutama bagi Samake, yang bertujuan untuk membuktikan bahwa ia siap bersaing di puncak divisi kelas welter super,” demikian pernyataan WBC.
Samake Andalkan Rekor SempurnaBakary Samake yang masih berusia 21 tahun akan tampil di hadapan publik sendiri dengan membawa rekor sempurna 19 kemenangan tanpa kekalahan.
Sebanyak 11 kemenangan diraih melalui KO atau TKO, menjadikannya salah satu prospek muda paling menjanjikan di divisi kelas super welter.
Petinju asal Prancis itu dikenal memiliki gaya bertarung agresif dengan kombinasi pukulan cepat serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan.
Bertarung di Paris diprediksi memberikan keuntungan psikologis bagi Samake untuk melanjutkan tren positifnya.
Hadribeaj Jadi Ancaman SeriusDi sisi lain, Ermal Hadribeaj datang dengan pengalaman lebih matang dan catatan lebih dari 50 kemenangan sepanjang karier profesionalnya.
Petinju berdarah Albania yang berbasis di Amerika Serikat itu dikenal memiliki tingkat kemenangan KO tinggi serta gaya bertarung agresif dan akurat.
Pengalaman bertarung di berbagai negara membuat Hadribeaj dinilai sebagai lawan tangguh yang bisa mengancam dominasi Samake.
Pemenang laga ini akan menjadi penantang wajib untuk menghadapi juara dunia WBC saat ini, Sebastian Fundora.
Fundora sebelumnya mempertahankan gelarnya usai mengalahkan Keith Thurman melalui kemenangan KO pada ronde keenam di Las Vegas, Maret 2026.



