Mojtaba Khamenei Tegaskan Balas Dendam atas Kematian Ali Khamenei

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, kembali menyampaikan pernyataan resmi terkait situasi perang saat ini. Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi pemerintah, ia menegaskan bahwa Iran tidak mencari perang, tetapi juga tidak akan menyerahkan hak-haknya. Ia juga menekankan bahwa semua front perlawanan dianggap sebagai satu kesatuan.

Ia turut mengimbau masyarakat Iran untuk tidak berinteraksi dengan media yang dianggap didukung oleh pihak musuh. Selain itu, Iran disebut akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke tahap yang baru.

Baca Juga :
Mojtaba Khamenei: Rakyat Iran yang Heroik Pemenang Mutlak Perang Lawan AS-Israel
Islamabad Pakistan Lockdown Jelang Perundingan AS-Iran

Selain itu dalam pernyataan terbarunya, Mojtaba Khamenei berjanji akan membalas setiap serangan yang dilancarkan musuh ke Iran. Termasuk serangan awal pada 28 Februari lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran terdahulu yang juga merupakan ayahnnya, mendiang Ayatollah Ali Khamenei.

“Iran akan membalas setiap serangan yang ditujukan kepadanya, dan akan membawa pengelolaan Selat Hormuz ke fase baru. Iran bertekad membalas kematian Pemimpin Tertinggi serta para ‘martirnya’,” demikian pernyataan tersebut seperti dikutip dari laman The Mirror, Sabtu 11 April 2026.

Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata sementara antara AS dan Iran yang mulai goyah. Di saat yang sama, Israel masih terus melancarkan serangan ke Lebanon, sementara Iran tetap mempertahankan kendalinya atas Selat Hormuz. Di sisi lain, pembicaraan damai hingga kini masih belum jelas arahnya.

Baik Teheran maupun Washington sama-sama mengklaim kemenangan sambil terus memberikan tekanan. Pembicaraan menuju kesepakatan permanen kemungkinan akan segera dimulai di Islamabad, dengan Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan memimpin delegasi AS.

Serangan Israel ke Lebanon di Tengah Masa Gencatan Senjata

Serangan Israel menjadikan hari Rabu sebagai hari paling mematikan di Lebanon sejak perang dimulai, dengan lebih dari 300 orang tewas menurut Kementerian Kesehatan setempat.

Masih ada perbedaan pendapat terkait apakah gencatan senjata tersebut mencakup kelompok militan Lebanon, Hezbollah. Iran memperingatkan akan memberikan ‘respons keras’ jika serangan terhadap Lebanon tidak dihentikan.

Negosiasi antara Israel dan Lebanon diperkirakan akan berlangsung pekan depan di Washington. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa ia telah menyetujui pembicaraan langsung.

Baca Juga :
Wapres JD Vance Peringatkan Iran Jangan Mempermainkan AS dalam Perundingan Damai
Iran Khawatir AS Malah Perkuat Persenjataan saat Gencatan Senjata
Trump Peringatkan Iran Setop Pungut Tarif Kapal Melintasi Selat Hormuz

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bolehkah Bayi Makan Tiwul? Ini yang Perlu Diperhatikan!
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Mau Tarik Pasukan Amerika Serikat di Eropa: Gegara Soal Iran dan Greenland
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Alasan Menteri PU Dody Izinkan Kejati DKI Geledah Seluruh Ruangan di Lingkungan Kementerian
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Tembus Semifinal, Fajar/Fikri Jaga Harapan Indonesia di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Respons Amanda Manopo Usai Fajar Sadboy Alami Kecelakaan Motor
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.