Ekonomi RI Sulit Tembus 5%, Tapi Bisa Kalahkan Ramalan Bank Dunia

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai laju ekonomi Indonesia sepanjang 2026 masih berpeluang mencatatkan kinerja lebih baik dibanding proyeksi terbaru Bank Dunia. Meski menurutnya, akan berat untuk kembali menembus level 5 persen.

“Saya rasa Indonesia akan tumbuh di atas proyeksi World Bank, tetapi sulit untuk bisa tembus lima persen,” kata Wijayanto, Sabtu (11/4/2026).

Sebelumnya, Bank Dunia merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7 persen, lebih rendah dari estimasi sebelumnya 4,8 persen.

Wijayanto memandang kinerja ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini masih cukup terjaga dan berpotensi bergerak di kisaran 5,5 persen. 

Menurutnya, aktivitas konsumsi masyarakat pada awal tahun terdorong oleh sejumlah momentum musiman, mulai dari libur Natal dan Tahun Baru, perayaan Imlek, hingga belanja Lebaran.

Namun, memasuki kuartal kedua hingga akhir tahun, tekanan diperkirakan mulai terasa lebih kuat. Ia menilai melemahnya daya beli, depresiasi rupiah, kenaikan inflasi, dan tingginya ketidakpastian global bisa membuat pelaku pasar dan investor cenderung menahan ekspansi.

Selain faktor tersebut, ancaman El Nino juga dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap aktivitas ekonomi nasional, terutama jika berdampak pada pasokan pangan dan harga komoditas.

Lebih jauh, Wijayanto menyebut fondasi pertumbuhan tahun ini masih akan sangat bertumpu pada konsumsi rumah tangga. Sementara itu, dorongan dari investasi, belanja pemerintah, maupun ekspor diperkirakan belum cukup kuat untuk menjadi akselerator utama.

Di tengah kondisi itu, beberapa lapangan usaha diprediksi tetap menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan, antara lain perdagangan, keuangan, pertambangan dan hilirisasi, makanan-minuman, kesehatan, telekomunikasi, dan ritel,” kata Wijayanto.

Sektor-sektor tersebut dinilai masih memiliki ruang ekspansi karena didukung kebutuhan domestik yang tetap besar, aktivitas hilirisasi yang berlanjut, serta meningkatnya kebutuhan layanan digital dan kesehatan. (ant/nba)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Wibowo Ditangkap
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Maut Saat Ujian Praktik Sekolah: Siswa di Riau Tewas Usai Peragakan Senapan 3D
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Vietjet Tambah 3.800 Penerbangan dan 832.000 Kursi untuk Libur Panjang April-Mei 2026
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Satgas PKH Selamatkan Aset Negara Rp 371 T Sejak Februari 2025
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Festival Aspirasi DPR RI di Tegal Soroti Penonaktifan 45 Juta Peserta PBI BPJS
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.