Menteri PU Ungkap Biang Kerok Proyek Tol Getaci Belum Dapat Investor

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap rendahnya proyeksi volume lalu lintas (traffic) sebagai penyebab utama proyek Jalan Tol Gedebage—Tasikmalaya—Cilacap (Getaci) tak kunjung mendapat pendanaan dari investor. 

Kondisi ini membuat proyek jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut terus mengalami penundaan lelang sejak 2020.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa minimnya minat badan usaha juga seringkali dipicu oleh kelayakan finansial proyek yang tidak optimal. Sehingga, tanpa angka trafik yang memadai, investor cenderung enggan menanamkan modal pada proyek infrastruktur dengan skala investasi besar tersebut.

"Biasanya kalau satu proyek yang kita tawarkan itu nggak banyak minatnya ya biasanya kan itu karena trafiknya kurang," ujar Dody saat ditemui di kantornya, Jumat (10/4/2026).

Pemerintah sebenarnya memiliki opsi untuk memberikan dukungan konstruksi atau chip in guna meningkatkan kelayakan investasi Tol Getaci. Namun, keterbatasan ruang fiskal pada anggaran tahun ini membuat opsi dukungan pemerintah tersebut sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat.

Dody menambahkan, kini pihaknya mulai menimbang ulang prioritas alokasi anggaran infrastruktur nasional. Pemerintah cenderung mengalihkan fokus pada proyek yang memiliki dampak mitigasi bencana dan efisiensi logistik yang lebih mendesak.

Baca Juga : Kaleidoskop 2025: Deretan Megaproyek Infrastruktur dari Giant Sea Wall hingga Tol Getaci

"Kalau trafiknya kurang kan supaya tetap menarik kan pemerintah chip in kan, dengan kemudian keterbatasan anggaran hari ini chip in-nya pemerintah akhirnya dipinggirkan," jelas Dody.

Sebelumnya, Jalan Tol Gedebage — Tasikmalaya — Cilacap atau Tol Getaci disebut tengah memasuki tahap penyiapan baru melalui fasilitas pengembangan proyek Project Development Facilities (PDF). 

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra menjelaskan proses krusial tersebut dijadwalkan mulai dieksekusi pada kuartal II/2026. Di mana, skema PDF dijalankan dalam rangka memastikan dokumen teknis dan finansial proyek lebih matang sebelum kembali ditawarkan kepada investor. 

"Untuk rencana proyek jalan tol Gedebage — Tasikmalaya, saat ini sedang dalam tahap penyiapan, di mana penyiapannya dilaksanakan melalui Fasilitas Pengembangan Proyek (PDF) dari Kementerian Keuangan yang ditargetkan dapat dimulai pada triwulan II tahun 2026,” kata Rachman Arief.

Dalam pelaksanaannya, Rachman menambahkan, Kementerian Keuangan telah memberikan penugasan khusus kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebagai pelaksana teknis PDF. 

Nantinya, PT SMI bertanggung jawab untuk melakukan tinjauan mendalam terhadap seluruh aspek proyek, mencakup reviu studi kelayakan (feasibility study) serta penyusunan dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan dalam proses lelang. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lyon Krisis, Paulo Fonseca Kritik Pedas Penurunan Performa Endrick
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Seskab Teddy Pastikan Tak Ada Penarikan Pasukan TNI di UNIFIL
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Wujudkan Lingkungan Asri, SDN 002 Bintan Pesisir dan Komunitas Bintan Eco Lestari Gelar Aksi Bersih Pantai
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Sudah 34 Tahun Mengabdi, Prabowo Izin Undur Diri dari Jabatan Ketum IPSI
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Tiongkok Serukan Solusi Diplomatik Konflik Timur Tengah Jelang Pertemuan AS-Iran
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.