Padahal, Endrick sempat mencuri perhatian di awal masa peminjamannya dari Real Madrid. Namun, performanya belakangan justru mengalami penurunan, seiring tren negatif Lyon yang belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Situasi itu membuat Fonseca angkat bicara. Ia menegaskan bahwa ekspektasi terhadap pemain berusia 19 tahun tersebut tetap tinggi, terlepas dari statusnya sebagai pemain muda.
"Saya tidak puas dengan penampilan Endrick. Saya di sini bukan untuk menghancurkan pemain, tetapi saya mengharapkan lebih banyak darinya," ujar Fonseca dalam konferensi pers.
Kritik tersebut bukan tanpa alasan. Dalam laga terakhir Ligue 1 melawan Angers, Endrick tampil kurang efektif dan gagal memberikan dampak berarti. Pertandingan pun berakhir tanpa gol.
Baca juga: Aaron Ramsey Resmi Pensiun dari Sepak Bola di Usia 35 Tahun
Fonseca juga menyinggung alasan kelelahan yang sempat disampaikan Endrick usai membela timnas Brasil dalam laga uji coba di Orlando. Meski tampil impresif dengan mencatat assist dan membantu timnya menang 3-1 atas Kroasia, pelatih asal Portugal itu menilai kondisi tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.
"Dia bilang merasa lelah setelah perjalanan panjang. Tapi sebagai pemain, dia punya tanggung jawab untuk memberikan lebih bagi tim," tegas Fonseca.
Pernyataan itu menegaskan satu hal. Status sebagai pemain muda berbakat tidak membuat Endrick lepas dari tuntutan tinggi di level klub.
Di sisi lain, tekanan terhadap Lyon juga semakin besar. Saat ini mereka masih tertahan di peringkat enam klasemen sementara dan terpaut dua poin dari zona Liga Champions.
Dengan hanya enam pertandingan tersisa, setiap poin menjadi krusial. Kebangkitan tim sangat dibutuhkan, dan kontribusi Endrick jelas menjadi salah satu faktor penentu.
Kini, semua mata tertuju pada sang wonderkid. Apakah ia mampu menjawab kritik pelatih dan kembali ke performa terbaiknya, atau justru semakin tenggelam dalam tekanan di sisa musim ini?
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





