Aktivitas penerbitan efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Hingga saat ini, tercatat 50 emisi dari 33 penerbit telah diterbitkan dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp55,20 triliun.
Tidak hanya itu, BEI juga mencatat masih terdapat sejumlah penerbit yang tengah bersiap masuk pasar obligasi. Hingga Jumat, 10 April 2026, terdapat 40 emisi dari 28 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline penerbitan.
Berdasarkan klasifikasi sektor, pipeline obligasi BEI didominasi sektor finansial dengan porsi mencapai 52,5% atau sebanyak 14 perusahaan penerbit.
Selanjutnya disusul sektor infrastructures sebesar 22,5% atau tujuh perusahaan, serta sektor basic materials dan consumer non-cyclicals masing-masing dua perusahaan.
Adapun sektor energy tercatat menyumbang tiga perusahaan atau sekitar 7,5% dari total pipeline.
Secara rinci komposisi sektor pipeline obligasi meliputi 14 perusahaan sektor financials, tujuh perusahaan sektor infrastructures, tiga perusahaan sektor energy, dua perusahaan sektor basic materials dan dua perusahaan sektor consumer non-cyclicals.
Sementara tidak terdapat perusahaan dari sektor consumer cyclicals, healthcare, industrials, properties & real estate, technology, maupun transportation & logistic.
Baca Juga: BEI Catat 15 Perusahaan Masuk Pipeline IPO hingga per 10 April 2026
Di sisi lain, BEI juga mencatat sudah ada tiga perusahaan yang berhasil mengeksekusi aksi korporasi berula penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue. Total nilai berhasil dihimpun dari ketiga perusahaan tersebut mencapai sebesar Rp3,75 triliun.
Adapun saat ini, BEI tengah memproses satu perusahaan lagi yang masuk dalam daftar tunggu (pipeline) rights issue.
Menariknya, dari 11 sektor industri yang dipantau, aksi korporasi ini hanya datang dari satu sektor yakni Properties & Real Estate.





