Kata Isuzu, Sopir Punya Prioritas Berbeda dalam Pilih Spare Part

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Pemilihan suku cadang di segmen kendaraan niaga tidak selalu hitam-putih antara produk genuine dan non-genuine. Di lapangan, keputusan sopir maupun pemilik armada justru lebih dipengaruhi oleh jenis komponen serta kebutuhan operasional harian.

Hal ini diungkapkan Part & Services Business Solution Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Budhi Prasetyo. Ia menyebut, preferensi konsumen terhadap suku cadang sangat bergantung pada karakter part yang digunakan.

Baca Juga :
Terpopuler: Rem Blong Jadi Sorotan, Truk Impor China, Foton Masuk Industri Berat
Truk Masih Penting, Tapi Tanpa Ini Bakal Ketinggalan Zaman

“Kalau yang sifatnya jarang diganti, mereka lebih prefer yang genuine karena lebih concern ke reliability,” ujar Budhi di GIICOMVEC, Kemayoran, Jakarta.

Menurutnya, untuk komponen dengan siklus penggantian panjang atau yang berkaitan dengan sistem penting kendaraan, faktor keandalan masih menjadi pertimbangan utama. Dalam konteks ini, suku cadang genuine tetap menjadi pilihan karena dianggap lebih terjamin kualitas dan daya tahannya.

Namun, situasinya berbeda untuk komponen yang bersifat consumable atau harus diganti secara berkala, seperti filter atau kampas rem. Pada jenis komponen ini, konsumen cenderung lebih sensitif terhadap harga.

Budhi menjelaskan bahwa Isuzu telah menyiapkan beberapa opsi suku cadang resmi untuk menjawab kebutuhan tersebut, termasuk lini dengan harga lebih kompetitif.

“Kita punya opsi untuk part yang harganya lebih kompetitif, memang lokal made. Tapi tetap resmi dari kita dan sudah melalui proses development,” katanya.

Ia menambahkan, secara umum komposisi penggunaan suku cadang di pasar saat ini relatif berimbang antara produk impor dan lokal. Namun, angka tersebut tidak bisa diartikan sebagai pembagian yang kaku.

“Secara kasar mungkin sekitar 50 persen impor, 50 persen lokal. Tapi itu tidak bisa dilihat detail karena tergantung jenis part dan kebutuhan konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Budhi juga menegaskan bahwa tidak semua komponen memiliki pilihan yang sama. Ada suku cadang tertentu, terutama yang berteknologi tinggi atau berukuran besar yang hanya tersedia dalam versi genuine impor.

Sebaliknya, untuk beberapa komponen lain seperti filter, konsumen bisa dihadapkan pada dua pilihan, yakni versi genuinedan versi yang lebih terjangkau. Artinya, tidak semua part memiliki tiga opsi sekaligus.

Baca Juga :
Senyaman Apa Isuzu Traga Baru?
Truk Impor Disebut Masuk Tanpa Prosedur Lengkap, Industri Soroti Ketimpangan Regulasi
ELF Tak Sekadar Angkut, Kini Ikut “Dingin-dinginan” di Bisnis Logistik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Sumsel Uji Kesiapan Personel Antisipasi Gangguan Kamtibmas
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Di Munas IPSI, Prabowo Kenang Masa Militer Bareng Nachrowi Ramli
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Pamit dari IPSI, Minta Maaf Pencak Silat Belum Masuk Olimpiade
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Bima Arya Minta Pemda Perbanyak Transum Berbasis Listrik
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Wamenhaj Ungkap Alasan Wacana ‘War Tiket’ Haji: Sasar Jemaah yang Benar Siap
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.