TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran telah menegaskan adanya syarat jika ingin perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) dilakukan.
Perundingan damai Iran-AS akan digelar di Islamabad, Pakistan, dan kedua delegasi dikabarkan telah tiba di negara tersebut.
Namun pada Jumat (10/4/2026), Pemimpin Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan perundingan damai bisa batal jika prasyarat ini tak dilakukan.
Baca Juga: Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin Yokohama, Ingatkan Hal Ini ke WNI di Jepang
“Dua dari langkah-langkah yang disepakati bersama antara kedua pihak belum dilaksanakan, gencatan senjata di Lebanon dan pembebasan aset Iran yang diblokir sebelum dimulainya negosiasi,” kata Ghalibaf pada cuitan di media sosial X dikutip dari CNBC.
“Kedua hal ini harus dipenuhi sebelum negosiasi dimulai,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS JD Vance yang menjadi pemimpin delegasi AS mengatakan negosiasi dengan Iran akan positif.
Namun, JD Vance juga memperingatkan Iran, untuk tak bermain-main dengan AS.
“Kami menentukan negosiasi ini. Seperti yang dikatakan presiden AS (Donald Trump), jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu bersedia menjulurkan tangan terbuka,” katanya.
Baca Juga: Trump Ancam Iran jika Perundingan Gagal: Kapal Perang AS Telah Diisi Amunisi Terbaik untuk Menyerang
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : CNBC
- iran
- amerika serikat
- prasyarat
- perundingan damai
- mohammad bagher ghalibaf
- jd vance





