Bagi banyak ibu bekerja, mencari keseimbangan antara karier, keluarga, dan pengembangan diri sering terasa seperti hal yang sulit dicapai. Alih-alih mengejar kesempurnaan, yang lebih realistis adalah merangkai semuanya secara bertahap agar tetap berjalan beriringan.
Sebuah laporan dari University of Phoenix dan Motherly menunjukkan, keterampilan yang dimiliki ibu dalam keseharian justru bisa menjadi modal penting untuk pertumbuhan karier. Kok bisa?
Tantangan dan Peluang Karier Ibu BekerjaDalam praktiknya, pekerjaan, keluarga, dan pendidikan tidak selalu bisa menjadi prioritas utama di waktu yang sama. Namun, ketiganya juga tidak bisa terus-menerus dikesampingkan.
Hal ini tercermin dalam laporan Mothers Overcome More™ (M.O.M.™) yang menyoroti berbagai hambatan yang dihadapi ibu bekerja, sekaligus peluang yang sebenarnya mereka miliki.
Laporan tersebut menegaskan bahwa ibu memiliki banyak potensi untuk berkontribusi di dunia kerja, asalkan didukung oleh:
Fleksibilitas kerja
Dukungan dari lingkungan kerja
Akses ke pengembangan keterampilan
Realita yang Dihadapi Ibu Bekerja
Masih banyak ibu bekerja yang harus fokus pada “bertahan” di tengah berbagai tuntutan. Beberapa temuan dalam laporan menunjukkan:
64% ibu berpenghasilan rendah ingin mengembangkan karier, tetapi merasa sulit dijangkau
53% tidak memiliki panutan karier
Tantangan utama di tempat kerja adalah penghasilan yang terbatas dan minimnya peluang berkembang
Padahal, di balik itu semua, ibu memiliki banyak keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.
Mulai dari kemampuan mengatur jadwal keluarga, memastikan semua berjalan tepat waktu, hingga keterampilan bernegosiasi saat menghadapi berbagai kebutuhan anggota keluarga.
Kemampuan ini sebenarnya mencerminkan keterampilan penting seperti manajemen waktu, kepemimpinan, hingga pemahaman terhadap motivasi orang lain. Ini merupakan hal yang sangat dibutuhkan di dunia profesional.
Peran Tempat Kerja dalam Mendukung IbuSalah satu alasan ibu sulit mengembangkan karier adalah karena hal tersebut terasa seperti “kemewahan” di tengah kesibukan sehari-hari.
Karena itu, dukungan dari tempat kerja menjadi kunci. Laporan ini menyoroti tiga hal utama yang bisa membantu ibu bekerja berkembang:
1. Fleksibilitas
Kemudahan untuk menyesuaikan waktu kerja, seperti izin menjemput anak atau bekerja dari rumah saat anak sakit, bisa sangat menentukan keberlanjutan karier.
2. Dukungan Individual
Peran atasan dan rekan kerja juga penting, misalnya dengan memahami kebutuhan orang tua atau menyesuaikan jadwal kerja yang lebih ramah keluarga.
3. Pengembangan Keterampilan
Sebanyak 56% ibu berpenghasilan rendah menyebut pendidikan lanjutan atau pelatihan profesional dapat meningkatkan peluang karier mereka.
Ibu Bekerja Juga Bisa BerkembangMeski tidak semua faktor bisa dikendalikan, ibu tetap dapat mengambil langkah untuk mengembangkan diri.
Dimulai dari menetapkan tujuan karier yang jelas, memperbarui keterampilan, hingga berani menunjukkan kemampuan yang selama ini terasah dalam kehidupan sehari-hari.
Mencatat dan mengenali skill yang dimiliki juga bisa membantu ibu lebih percaya diri saat mencari peluang baru.
Selain itu, dukungan dari komunitas—baik teman, keluarga, maupun lingkungan profesional—dapat menjadi sumber motivasi untuk terus melangkah.
Pada akhirnya, perjalanan karier ibu bekerja memang tidak selalu mudah. Namun, dengan dukungan yang tepat dan kesadaran akan potensi diri, peluang untuk berkembang tetap terbuka. Setuju, Moms?





