Bantuan Korban Bencana Harus Sesuai Kebutuhan Nutrisi, Ini Alasannya

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA –Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan tantangan serius bagi kesehatan masyarakat, terutama dalam aspek pemenuhan gizi. Pada fase pascabencana, keterbatasan akses pangan, perubahan pola konsumsi, serta minimnya pengetahuan gizi yang tepat kerap meningkatkan risiko malnutrisi, khususnya pada kelompok rentan. 

Oleh karena itu, upaya pemulihan tidak cukup hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga perlu diiringi dengan edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi secara tepat dan berkelanjutan.

Baca Juga :
BPOM Setujui Pelabelan Nutri Level di Kemasan Pangan Olahan, Ini 4 Kategorinya
Banjir Terjang 4 Kecamatan di Cianjur, Perjalanan Kereta Api Dihentikan Sementara

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), H. Budi Setiawan, S.T., menegaskan bantuan bagi korban bencana harus disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi yang tepat. Pemberian asupan yang salah, seperti kental manis yang diseduh, justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan mereka.

“Kelompok rentan yang setiap harinya diberikan asupan instan seperti kental manis dapat mengalami gangguan kesehatan yang serius di masa mendatang,” ujar Budi dalam kesempatan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Guru Besar Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, S.K.M., M.K.M. Ia menekankan bahwa konsumsi produk tinggi gula secara berulang dapat merusak pola makan alami anak. 

“Kandungan gula yang mencapai 5–10 gram per 100 ml dalam sekali minum kental manis seduh sudah sangat berisiko bagi tubuh,” jelas Tria. 

Ia juga mengingatkan bahwa kental manis sering kali menjadi pilihan praktis di lokasi bencana karena mudah didapat dan disajikan. Namun, justru di situasi pasca-bencana itulah kewaspadaan terhadap nutrisi balita harus ditingkatkan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru di pengungsian.

Terkait dengan hal itu, Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah bersama mitra mengambil langkah konkret untuk mendorong pemulihan gizi masyarakat di daerah terdampak bencana dengan menggelar edukasi bagi kader dan relawan. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kerentanan gizi, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia, yang kerap muncul pascabencana. 

Kegiatan dihadiri oleh puluhan kader dari kabupaten Aceh Tamiang (Aceh), Langkat (Sumatera Utara) dan Agam (Sumatera Barat), serta para mitra seperti Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI),  Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Rangkul Foundation yang digagas Zaskia Adya Mecca. Melalui kegiatan ini, kader dan relawan dibekali pengetahuan serta keterampilan praktis guna memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan. 

Baca Juga :
Banjir Rendam Perumahan di Bukit Pamulang Indah Tangsel, Ketinggian Capai 1 Meter
Banjir Demak Buat 2.839 Jiwa Mengungsi! Air Capai 1,5 Meter Buat Akses Lumpuh
Banjir Kembali Rendam Jakarta! 12 RT dan 4 Jalan Terdampak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Ngaku Kehilangan Job hingga Sulit Gaji Karyawan Gegara Isu Perselingkuhan dengan Insanul Fahmi: Ngaruh ke Psikis
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Penampakan Ribuan Warga Meriahkan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Menteri PU Tak Akan Negosiasi ke Presiden soal Anggarannya Dipangkas Rp12,7 Triliun
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo: Pencak Silat Budaya Indonesia, Bagian Ilmu Kesatria
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
UMKM Terdampak Bencana di Sumatera Barat Disiapkan Jadi Pemasok Dapur MBG
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.