Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar mengatakan kisah perjalanan tokoh bangsa merupakan bagian dari kekayaan intelektual (IP) yang bernilai tinggi.
Dia menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran buku biografi "Jejak Langkah Satya Widya Yudha Pengabdian Tanpa Batas" yang mengisahkan kiprah Satya Widya Yudha di sektor energi.
"Melalui biografi ini, kita belajar tentang integritas dalam menghadapi krisis global. Kami berharap buku ini memicu pelaku kreatif untuk mengemas isu-isu berat seperti transformasi energi menjadi karya yang mudah dicerna masyarakat," kata Irene dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Wamenekraf: Ekonomi kreatif beri ruang perempuan untuk berkembang
Menurutnya, perjalanan tokoh bangsa, termasuk Satya Widya Yudha, berpotensi untuk diadaptasi ke berbagai subsektor kreatif seperti film atau konten digital edukatif guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Irene menilai, di tengah tantangan energi global, dedikasi Satya Widya Yudha menjadi kompas moral dan intelektual yang dibutuhkan.
"Ketahanan energi dan ekonomi kreatif adalah dua pilar yang saling mendukung stabilitas bangsa," ujar Irene.
Baca juga: Wamenekraf nilai HoYo Fest 2026 bisa perkuat kreator lokal naik kelas
Dia berharap momentum peluncuran biografi ini mendorong penulis dan penerbit Indonesia lebih produktif mendokumentasikan profil tokoh nasional untuk memperkaya literatur berkualitas.
Hal ini dipandang dapat berkontribusi pada kemajuan ekosistem perbukuan dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun acara peluncuran biografi yang diselenggarakan Listrik Indonesia Forum ini menjadi bagian dari diskusi bertajuk "Indonesia Energy Outlook in The Midst of Global Politics Dynamics", dengan mengangkat isu penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Baca juga: Wamenekraf sebut pertunjukan seni mahasiswa perkuat ekosistem ekraf
Sementara itu, Satya Widya Yudha menyampaikan, buku ini merekam perjalanannya di sektor energi dengan melintasi era tujuh presiden dan bekerja sama melalui sebelas Menteri ESDM.
Semua terangkum sejak ia berkarir sebagai profesional migas di perusahaan multinasional, legislator, hingga menjabat di Dewan Energi Nasional (DEN).
"Berbagi pengetahuan adalah jalan menuju keabadian, maka melalui buku ini saya ingin mewariskan catatan peristiwa penting dalam sejarah energi nasional termasuk perjuangan pembangunan LNG Tangguh di Papua agar dapat menjadi literasi yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujar Satya.
Baca juga: Wamenekraf dorong industri e-sports daerah lewat event nasional
Baca juga: Wamenekraf PP Tunas jadi momentum dorong peran aktif orang tua
Dia menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran buku biografi "Jejak Langkah Satya Widya Yudha Pengabdian Tanpa Batas" yang mengisahkan kiprah Satya Widya Yudha di sektor energi.
"Melalui biografi ini, kita belajar tentang integritas dalam menghadapi krisis global. Kami berharap buku ini memicu pelaku kreatif untuk mengemas isu-isu berat seperti transformasi energi menjadi karya yang mudah dicerna masyarakat," kata Irene dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Baca juga: Wamenekraf: Ekonomi kreatif beri ruang perempuan untuk berkembang
Menurutnya, perjalanan tokoh bangsa, termasuk Satya Widya Yudha, berpotensi untuk diadaptasi ke berbagai subsektor kreatif seperti film atau konten digital edukatif guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Irene menilai, di tengah tantangan energi global, dedikasi Satya Widya Yudha menjadi kompas moral dan intelektual yang dibutuhkan.
"Ketahanan energi dan ekonomi kreatif adalah dua pilar yang saling mendukung stabilitas bangsa," ujar Irene.
Baca juga: Wamenekraf nilai HoYo Fest 2026 bisa perkuat kreator lokal naik kelas
Dia berharap momentum peluncuran biografi ini mendorong penulis dan penerbit Indonesia lebih produktif mendokumentasikan profil tokoh nasional untuk memperkaya literatur berkualitas.
Hal ini dipandang dapat berkontribusi pada kemajuan ekosistem perbukuan dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Adapun acara peluncuran biografi yang diselenggarakan Listrik Indonesia Forum ini menjadi bagian dari diskusi bertajuk "Indonesia Energy Outlook in The Midst of Global Politics Dynamics", dengan mengangkat isu penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Baca juga: Wamenekraf sebut pertunjukan seni mahasiswa perkuat ekosistem ekraf
Sementara itu, Satya Widya Yudha menyampaikan, buku ini merekam perjalanannya di sektor energi dengan melintasi era tujuh presiden dan bekerja sama melalui sebelas Menteri ESDM.
Semua terangkum sejak ia berkarir sebagai profesional migas di perusahaan multinasional, legislator, hingga menjabat di Dewan Energi Nasional (DEN).
"Berbagi pengetahuan adalah jalan menuju keabadian, maka melalui buku ini saya ingin mewariskan catatan peristiwa penting dalam sejarah energi nasional termasuk perjuangan pembangunan LNG Tangguh di Papua agar dapat menjadi literasi yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujar Satya.
Baca juga: Wamenekraf dorong industri e-sports daerah lewat event nasional
Baca juga: Wamenekraf PP Tunas jadi momentum dorong peran aktif orang tua





