PBNU dan Keuskupan Agung Jakarta Sepakati Gerakan Ketahanan Sosial untuk Perkuat Solidaritas Masyarakat

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Keuskupan Agung Jakarta sepakat membangun Gerakan Ketahanan Sosial sebagai respons atas dampak konflik global yang turut dirasakan masyarakat Indonesia.

Kesepakatan tersebut disampaikan saat Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bertemu Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo di Wisma Keuskupan Agung Jakarta.

Yahya Cholil Staquf menjelaskan gerakan ini bertujuan memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

“Ini adalah gerakan kolektif untuk mengajak semua lapisan masyarakat mengembangkan kapasitas saling tolong-menolong, memperkuat solidaritas, dan gotong royong sampai di tingkat akar rumput,” ungkapnya.

Ia hadir didampingi Ketua PBNU Alissa Wahid serta jajaran pimpinan lembaga PBNU lainnya dalam pertemuan tersebut.

Kolaborasi Lintas Agama untuk Ketahanan Sosial

Yahya menegaskan bahwa keberhasilan gerakan ini membutuhkan kerja sama lintas agama dan berbagai elemen masyarakat.

“Tentu saja PBNU harus bekerja bersama para tokoh agama dan berbagai elemen masyarakat. Kami sudah dan akan terus berdiskusi untuk konsolidasi dengan sejumlah tokoh serta pemimpin agama,” ujarnya.

PBNU juga menyatakan kesiapan menggerakkan sumber daya dan jejaring yang dimiliki, seperti Lazisnu dan GKMNU, untuk mendorong inisiatif Ta’awun Ijtima’i.

Sementara itu, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai gerakan ini sejalan dengan keprihatinan yang juga dirasakan pihak keuskupan.

“Kami juga merasa sangat prihatin. Beberapa waktu terakhir ini kami membahasnya secara intens di internal kami. Kami terpanggil untuk turut serta dalam setiap inisiatif yang bertujuan untuk membantu masyarakat akar rumput,” ungkapnya.

Langkah Teknis Segera Disiapkan

Kardinal Ignatius Suharyo menyatakan pihaknya siap berkomunikasi dengan pimpinan gereja untuk mendukung implementasi gerakan tersebut.

“Tim teknis kami akan segera berkomunikasi dan merumuskan langkah langkah strategis mewujudkan inisiatif ini,” katanya.

Kedua tokoh agama sepakat untuk segera menindaklanjuti kerja sama secara teknis guna memastikan program berjalan efektif.

Sebelum pertemuan ini, PBNU diketahui telah melakukan kunjungan ke sejumlah duta besar negara sahabat seperti Arab Saudi, Iran, Turki, dan Amerika Serikat untuk membahas dampak konflik global terhadap masyarakat, khususnya di tingkat akar rumput.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham TRUK, BRPT hingga TPIA Raih Posisi Top Gainers Sepekan
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Risiko Ini Mengintai Jika Pemerintah Menahan Kenaikan Harga BBM Terlalu Lama
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Akal Imitasi Menggerus Ketahanan Industri Media
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Bahlil: Kita Tidak Membesarkan Defisit APBN dengan Kenaikan Harga Minyak
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Pramono Resmikan Perayaan Lebaran Betawi 2026: Wujud Nyata Lestarikan Budaya
• 45 menit laluokezone.com
Berhasil disimpan.