Komisi X DPR Dorong Transparansi dan Keadilan Biaya Pendidikan Tinggi di Kalsel

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Riwandi

TVRINews, Banjarmasin

Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Jumat, 10 April 2026 lalu, di Politeknik Negeri Banjarmasin, untuk menyerap masukan terkait tata kelola pendidikan tinggi. Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah mewujudkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas namun tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak catatan penting dari para pimpinan perguruan tinggi di Bumi Lambung Mangkurat, mulai dari persoalan penerimaan mahasiswa hingga standar pembiayaan.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh pimpinan Universitas Lambung Mangkurat (ULM), UIN Antasari, Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), hingga Politeknik Tanah Laut, masalah transparansi dan keadilan biaya pendidikan menjadi sorotan tajam.

"Banyak sekali masukan terkait tata kelola perguruan tinggi, khususnya dalam konteks penerimaan mahasiswa baru. Kami juga membahas bagaimana standar pembiayaan ditetapkan agar lebih berkeadilan. Pengalaman baik dari kampus-kampus di Kalsel ini akan kami akomodir dalam fungsi pengawasan dan legislasi," ujar Hetifah, dikutip Sabtu, 11 April 2026.

Saat ini, perguruan tinggi di Kalsel telah menerapkan pola penerimaan mahasiswa baru sesuai regulasi nasional melalui tiga jalur: Prestasi (SNBP), Berbasis Komputer (UTBK-SNBT), dan Mandiri. Pola ini dinilai menjadi instrumen penting dalam menjaga pemerataan akses pendidikan di tingkat universitas.

Selain jalur masuk, pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga turut dibahas. Komisi X menekankan bahwa efektivitas KIP Kuliah sangat krusial untuk memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan tanpa terbebani biaya UKT yang tinggi.

Hetifah menegaskan bahwa seluruh poin aspirasi yang terkumpul dari pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kalimantan Selatan ini tidak akan sekadar menjadi catatan. Masukan tersebut akan digunakan untuk memperkaya Panitia Kerja (Panja) dalam menyusun Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

"Poin-poin ini akan menjadi bahan pengayaan kami untuk menyempurnakan sistem pendidikan nasional agar cita-cita pendidikan yang berkualitas dan murah dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas," pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-siap War Tiket! Konser F4 di Jakarta Nambah Hari, Tiket 28 Mei Dijual Hari Ini Pukul 10
• 17 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Lebaran Betawi 2026, Arus Lalu Lintas di Sekitar Lapangan Banteng Padat
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Cak Imin Kritik Wacana ‘War Tiket’ Haji: Jangan Sampai Harapan Jemaah Pupus
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Tanpa Antre dan Tidak Ribet, Bayar UTBK SNBT Kini Makin Praktis dan Cepat Lewat BRImo
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Malaysia bidik jadi negara AI tahun 2030
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.