Malaysia bidik jadi negara AI tahun 2030

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia tengah berupaya mewujudkan diri sebagai negara berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tahun 2030 dengan merintis pembangunan kota AI mulai tahun ini.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan saat ini Malaysia berada pada titik penting untuk beralih dari pembangunan kota-kota pintar menuju pendekatan yang lebih strategis melalui pembangunan kota AI, sebagai landasan bagi Malaysia menjadi Negara AI.

"Peralihan ini bukan sekadar penerapan teknologi baru, tetapi menuntut transformasi menyeluruh dalam cara kita merencanakan, mengelola, dan mengatur kota agar lebih efisien, tangguh, serta berbasis data," ujar PM Anwar Ibrahim dalam keterangan di Kuala Lumpur, Jumat.

Baca juga: Adopsi AI di Malaysia melonjak 35 persen

PM Anwar menyampaikan upaya tersebut memerlukan ekosistem yang kuat, mencakup tata kelola AI dan data yang aman, infrastruktur digital berkapasitas tinggi, pengembangan talenta lokal, serta kerangka kebijakan dan regulasi yang mendukung inovasi secara bertanggung jawab.

Dia mengatakan Kementerian Digital Malaysia akan bertindak sebagai koordinator utama dengan kerja sama erat bersama kementerian dan lembaga terkait, sementara pemerintah akan terus memperkuat sinergi ini untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dan berdampak tinggi, demi manfaat menyeluruh bagi masyarakat serta memperkuat posisi Malaysia sebagai Negara AI yang berdaya saing di tingkat global.

Baca juga: Kembangkan AI di Malaysia, Microsoft investasi 2,2 miliar dolar AS

Kementerian Digital Malaysia dalam keterangan sebelumnya menyampaikan dalam upaya mentransformasi tata kelola digital secara komprehensif pihaknya telah mengaktifkan Inisiatif Inovasi Pemerintah (Government Innovation Initiative/GII), sebuah upaya strategis nasional yang dirancang untuk mendorong inovasi di seluruh sektor publik, sehingga mendorong komitmen Malaysia untuk mencapai status Negara AI pada tahun 2030.

GII dirancang untuk melampaui inovasi konseptual menuju implementasi yang terukur. Inisiatif ini menerjemahkan pernyataan masalah dunia nyata dari pemerintah dan masyarakat menjadi solusi yang dapat ditindaklanjuti, dengan memprioritaskan teknologi "Buatan Malaysia", memperkuat ekosistem AI domestik, dan memungkinkan produsen produk digital dan AI Malaysia untuk berkembang secara nasional dan global.

Baca juga: Unismuh dan UTHM Malaysia bahas transformasi pembelajaran era AI


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Jumat 10 April 2026, CITY-WBSA Pimpin Kenaikan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Mojtaba Khamenei Tegaskan Balas Dendam atas Kematian Ali Khamenei
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Kasus Rem Blong RI Tembus Ribuan, KNKT Bongkar Biang Keroknya
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Siapa Bilang Indonesia Chaos? Seskab Teddy Klaim Situasi Terkendali
• 9 jam laludisway.id
thumb
Liverpool Tetap Percaya Arne Slot, Meski Dibungkam PSG dan Tersingkir di Piala FA
• 19 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.