KPK Tetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Jadi Tersangka Pemerasan

kompas.com
20 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Selain Gatut, KPK juga menetapkan Dwi Yoga Ambal selaku ajudan bupati sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Baca juga: Adik Bupati Tulungagung yang Juga Anggota DPRD Ikut Terjaring OTT KPK

“KPK menetapkan dua orang tersangka yaitu Gatut Sunu Wibowo selaku Bupati Tulungagung periode 2025-2030 dan saudara Dwi Yoga Ambal selaku ajudan bupati,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (11/4/2026).

Asep menjelaskan, Gatut diduga menekan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tulungagung setelah proses pelantikan pejabat.

Para pejabat disebut diminta menandatangani surat pernyataan kesiapan mundur apabila tidak mampu menjalankan tugas, sekaligus surat tanggung jawab penuh atas anggaran di masing-masing dinas.

Baca juga: KPK Sita Uang Tunai Saat OTT Bupati Tulungagung

Surat tersebut diduga kemudian dijadikan sebagai alat tekanan terhadap para kepala OPD dalam memenuhi permintaan dari bupati, termasuk saat dimintai setoran uang.

Dalam praktiknya, Gatut juga diduga meminta sejumlah uang dari para OPD dengan berbagai alasan. Uang yang terkumpul kemudian digunakan untuk kebutuhan pribadi.

Sebelum menarik uang dari OPD, Gatut disebut terlebih dahulu menaikkan anggarannya. Namun, sebelum cair, dana dari pos anggaran tambahan itu sudah lebih dulu diminta untuk diserahkan kepada Gatut.

Penarikan uang tersebut dilakukan oleh ajudan Gatut, Dwi Yoga Ambal, yang dalam pelaksanaannya kerap memperlakukan para OPD seperti pihak yang memiliki utang.

Asep mengatakan, Gatut menargetkan pengumpulan uang hingga Rp 5 miliar dari para pimpinan OPD. Hingga penangkapan pada Jumat (10/4/2026), uang yang terkumpul mencapai Rp 2,7 miliar.

Selain melakukan pemerasan, Gatut juga mengondisikan sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa agar rekanannya yang dimenangkan. Salah satu proyek yang dikondisikannya adalah pengadaan alat kesehatan RSUD Tulungagung.

Baca juga: Gerindra Klarifikasi Status Kader Bupati Tulungagung Gatut Sunu yang Di-OTT KPK

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gatut dan Dwi Yoga Ambal langsung ditahan di Rutan KPK selama 20 hari ke depan untuk kebutuhan penyidikan.

Para tersangka diancam dengan Pasal 12e atau 12 B UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo pasal 20c UU 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Pertandingan Persija Vs Persebaya: Eksel Runtukahu Brace, Macan Kemayoran Pangkas Poin dari Persib
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Napak Tilas Lokasi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Isi Damai Islamabad: Pakistan Jembatani AS-Iran
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Usai Negosiasi Buntu, Pakistan Minta AS-Iran Tahan Diri Jaga Gencatan Senjata
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Alasan Kenapa Kamu Harus Nonton Perfect Crown, Drakor Kerajaan Modern Terbaru
• 3 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.