Isi Damai Islamabad: Pakistan Jembatani AS-Iran

tvrinews.com
6 hari lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Islamabad

Titik Balik Diplomasi di Ujung Tanduk

Ibu kota Pakistan hari ini Minggu 12 April 2026, kini menjadi panggung sejarah baru bagi geopolitik dunia. 

Delegasi tingkat tinggi dari Amerika Serikat dan Republik Islam Iran akhirnya duduk berhadapan. 


(Suasana di luar gedung perundingan Islamabad Talk Minggu Dini Hari 12 April 2026 (Foto: BBC News))

Pertemuan tatap muka yang sebelumnya dianggap mustahil ini terjadi berkat peran krusial Pakistan sebagai mediator utama yang berhasil memecah kebuntuan antara dua musuh bebuyutan tersebut.

Gencatan Senjata dan Diplomasi Lima Poin

Keberhasilan Islamabad mempertemukan kedua pihak diawali dengan diplomasi senyap selama beberapa pekan terakhir. 

Setelah Teheran sempat menolak rencana perdamaian 15 poin dari Washington, Pakistan mengambil inisiatif berani.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, terbang ke Beijing untuk menggalang dukungan Tiongkok atas "Rencana Damai Lima Poin" yang dirancang khusus untuk mengakhiri konflik.

Langkah strategis ini membuahkan hasil: sebuah gencatan senjata dua minggu berhasil disepakati sebagai landasan dialog yang saat ini sedang berlangsung. 

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan bahwa dialog ini adalah upaya untuk mencapai kesepakatan konklusif guna menyelesaikan seluruh sengketa.

Negosiasi Alot di Tengah Ketidakpastian

Hingga Minggu 12 April dini hari waktu setempat, suasana di lokasi perundingan tetap tegang. 

Meskipun informasi sangat dibatasi, bertahannya kedua delegasi di meja runding hingga pukul 3 pagi menunjukkan adanya kemajuan signifikan sekaligus hambatan yang sulit ditembus.

"Fakta bahwa mereka masih berada di dalam ruangan adalah pertanda baik, namun poin-poin krusial tetap menjadi ganjalan besar," lapor koresponden Newsweek  di lapangan. 

Tantangan terbesar tetap pada bagaimana kedua negara bisa membawa pulang hasil nyata tanpa terlihat "lemah" di mata konstituen domestik masing-masing, mengingat Washington dan Teheran selama ini terus memproyeksikan citra kemenangan militer.

Bayang-bayang Skeptisisme dari Gedung Putih

Namun, optimisme di Islamabad dibayangi oleh pernyataan dingin dari Washington. Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataannya di halaman Gedung Putih, justru meremehkan urgensi pertemuan tersebut.

"Tidak ada bedanya bagi saya apakah kesepakatan tercapai atau tidak," cetus Trump, sembari menekankan bahwa Amerika Serikat akan tetap menang dalam skenario apa pun.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Disebut Minta Kepala OPD Tulungagung Tak Keluar Kota, Ini Alasannya
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Jimly ingatkan peran besar kehakiman penyeimbang eksekutif-legislatif
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
45 Kg Ganja hingga Ratusan Obat Berbahaya di Bekasi Disita Polisi, 98 Pelaku Ditangkap
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Napi Korupsi yang Sempat ke Kedai Kopi Usai Sidang Dipindah ke Nusakambangan
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Hasil Super League Bhayangkara vs PSIM 2-1, Van Gastel Ungkap Penyebab Kekalahan Laskar Mataram
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.